Otoinfo.id – Pada era 1960-an, dominasi sportscar global dipegang oleh pabrikan Eropa dan Amerika seperti Ferrari, Lamborghini, Porsche, Ford, hingga Chevrolet. Namun Jepang tidak tinggal diam. Salah satu gebrakan besar datang dari Nissan lewat lahirnya Skyline GT-R pada 1969, yang kemudian menjelma menjadi legenda bernama Nissan GT-R.
Julukan “Godzilla” disematkan pada GT-R berkat performanya yang buas di lintasan, mampu menaklukkan mobil-mobil super Eropa dengan harga lebih mahal.
Awal Mula Legenda GT-R
Skyline 2000GT dan Awal Dominasi
Setelah mengakuisisi Prince Motor Company, Nissan memperkenalkan Skyline 2000GT pada ajang Japanese Grand Prix 1964. Kejutan besar terjadi ketika Skyline mampu menantang bahkan mengalahkan Porsche 904 GTS. Momen inilah yang membuka jalan bagi lahirnya legenda Skyline GT-R.
Generasi Pertama: Nissan Skyline GT-R C10 “Hakosuka”
Debut resmi Skyline GT-R C10 berlangsung di Tokyo Motor Show 1968, lalu diluncurkan Februari 1969. Mobil ini dibekali mesin S20 2.0L inline-6 DOHC dengan tenaga 160 hp.
Julukan “Hakosuka” berasal dari gabungan kata Jepang “Hako” (kotak) dan “Suka” (singkatan Skyline). Mobil ini membuktikan ketangguhannya dengan kemenangan di ajang balap JAF Grand Prix.
Produksi generasi pertama mencapai 1.945 unit sebelum dihentikan pada 1971.
Baca Juga: Kelebihan Mobil Nissan yang Menjadikannya Pilihan Keluarga
Generasi Kedua: Nissan Skyline GT-R C110 “Kenmeri”
Tahun 1973 lahirlah generasi kedua dengan kode KPGC110, hanya tersedia dalam bentuk coupe. Mesin masih menggunakan S20 6 silinder, namun sayangnya era ini bertepatan dengan krisis minyak global.
Julukan “Kenmeri” muncul dari iklan Nissan yang menampilkan pasangan muda Ken dan Mary. Hanya 197 unit GT-R Kenmeri yang diproduksi, membuatnya kini menjadi barang kolektor yang sangat langka.
Era Transisi: Nissan Skyline 2000 RS-X “Iron Mask”
Setelah lama vakum, Skyline kembali hadir pada 1984 lewat Skyline 2000 RS-X. Meski bukan GT-R sejati, mobil ini punya peran penting. Bermesin 2.0L turbo 4 silinder 200 hp, RS-X dijuluki “Iron Mask” berkat desain depannya yang kaku dan tegas.
Model ini juga menandai transisi kepemimpinan dari insinyur legendaris Shinichiro Sakurai ke Naganori Ito.
Generasi Ketiga: Nissan Skyline GT-R R32 “Godzilla”
Inilah GT-R yang mengubah segalanya. Diluncurkan 1989, R32 membangkitkan kembali nama GT-R dengan segudang teknologi canggih:
Mesin RB26DETT 2.6L twin-turbo inline-6 276 hp
Sistem AWD ATTESA E-TS
Sistem kemudi belakang HICAS
Julukan “Godzilla” diberikan media Australia setelah GT-R R32 mendominasi ajang Australian Touring Car Championship. Antara 1989–1993, R32 menang 29 dari 29 balapan yang diikutinya.
Generasi Keempat: Nissan Skyline GT-R R33
Diluncurkan 1995, R33 membawa penyempurnaan dari R32. Meski lebih besar dan berat, mobil ini mencatatkan waktu mengesankan di Nürburgring: 7 menit 59 detik.
Varian spesial R33 R400 bahkan memiliki tenaga 395 hp. Namun popularitas R33 tidak sebesar pendahulunya karena dianggap kurang agresif.
Generasi Kelima: Nissan Skyline GT-R R34
R34 adalah ikon sejati. Diluncurkan 1999, mobil ini semakin populer berkat penampilannya dalam film Fast & Furious.
Dibekali mesin RB26DETT dengan berbagai peningkatan, tenaga R34 bisa menembus 500 hp dengan modifikasi. R34 juga menjadi GT-R terakhir yang memakai transmisi manual 6-percepatan.
Generasi Keenam: Nissan GT-R R35
Diluncurkan 2007, R35 meninggalkan nama Skyline dan tampil sebagai GT-R independen. Mobil ini dikembangkan di bawah kepemimpinan Carlos Ghosn dan insinyur Hiroshi Tamura.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Meski Lahir di Jepang, Nama Nissan GT-R Justru Berasal dari Bahasa Italia
Dengan mesin VR38DETT 3.8L V6 twin-turbo, GT-R R35 menghasilkan tenaga awal 480 hp, bahkan bisa ditingkatkan hingga 1.000 hp oleh tuner. Versi Nismo 2020 mampu mencapai 600 hp, akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,9 detik.
Tak heran jika R35 dijuluki “Mechagodzilla”, monster mekanis yang mampu menantang Ferrari dan Lamborghini dengan harga jauh lebih murah.
Lebih dari 50 tahun sejak lahirnya Skyline GT-R, Nissan GT-R telah berevolusi dari “Hakosuka” sederhana menjadi supercar berteknologi tinggi. Dari jalur balap Jepang hingga menaklukkan dunia, GT-R tetap menjadi simbol kekuatan otomotif Negeri Sakura.
Tak salah jika hingga kini, Nissan GT-R tetap disebut sebagai “Godzilla” monster jalanan yang tak pernah kehilangan aura legendarisnya.
