OTOINFO.ID – Pabrik baterai GAC di Thailand resmi beroperasi pada 29 Oktober 2026. Produsen otomotif asal China tersebut kini semakin serius membangun rantai pasok kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Menariknya, langkah Guangzhou Automobile Group (GAC) ini bukan sekadar memperluas fasilitas produksi. Perusahaan mulai memproduksi paket baterai sendiri di luar China untuk pertama kalinya.
Thailand pun semakin mempertegas ambisinya sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik ASEAN.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia yang juga berambisi menjadi pemain utama industri baterai kendaraan listrik?
Pabrik Baterai GAC di Thailand Mulai Berproduksi
Mengutip Reuters, Selasa (3/11/2026), fasilitas produksi baterai GAC berlokasi di Provinsi Chonburi, Thailand.
Pabrik tersebut dioperasikan INPOW, anak perusahaan GAC yang bergerak dalam pengembangan dan produksi baterai.
Fasilitas ini akan memasok paket baterai untuk mobil listrik Aion Y Plus yang diproduksi secara lokal di Thailand.
Dengan demikian, GAC tidak lagi hanya mengandalkan perakitan kendaraan, tetapi mulai memperkuat produksi komponen utama di negara tersebut.
Kapasitas Produksi Ditargetkan 20.000 Baterai
Pada tahap pertama, pabrik INPOW dirancang memiliki kapasitas produksi sebanyak 7.000 paket baterai per tahun.
Jika ekspansi tahap kedua terlaksana, kapasitasnya berpotensi meningkat menjadi 20.000 paket baterai setiap tahun.
Langkah ini diharapkan mempercepat pengiriman komponen, meningkatkan keamanan rantai pasok, sekaligus mendukung ekspansi GAC di kawasan Asia Tenggara.
Thailand Semakin Agresif, Bagaimana Indonesia?
Keputusan GAC membangun fasilitas baterai di Thailand memperlihatkan bahwa persaingan industri kendaraan listrik ASEAN semakin menarik.
Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu basis manufaktur otomotif terbesar di kawasan.
Kini, negara tersebut berupaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui investasi produksi kendaraan dan komponen pendukung.
Bukan Sekadar Pabrik, tetapi Rantai Pasok
Ada hal penting yang patut dicermati.
Fasilitas GAC di Thailand merupakan pabrik perakitan paket baterai atau battery pack, bukan otomatis pabrik yang memproduksi sel baterai dari bahan baku.
Perbedaan ini penting karena industri baterai memiliki beberapa tahapan produksi dengan nilai investasi dan teknologi berbeda.
Indonesia memiliki peluang melalui sumber daya mineral dan pengembangan industri baterai. Namun, keunggulan bahan baku saja belum cukup untuk memenangkan persaingan.
Investor juga mempertimbangkan kesiapan pemasok, efisiensi logistik, tenaga kerja, serta kepastian kebijakan industri.
Persaingan Mobil Listrik ASEAN Semakin Panas
Kehadiran pabrik baterai GAC menjadi sinyal bahwa produsen China semakin serius membangun basis produksi di luar negeri.
Bagi Thailand, investasi tersebut memperkuat posisinya dalam rantai pasok kendaraan listrik regional.
Sementara bagi Indonesia, perkembangan ini layak menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk langsung merasa tertinggal.
Sebab, memenangkan persaingan industri kendaraan listrik bukan hanya soal siapa yang memiliki bahan baku paling banyak, tetapi siapa yang mampu mengubahnya menjadi produk kompetitif.
Punya sumber daya memang modal besar.
Namun, kalau negara tetangga lebih cepat membangun ekosistem industrinya, jangan sampai kita sibuk menghitung cadangan mineral sementara mereka sudah sibuk menghitung hasil produksi.
