OTOINFO.ID – Penjualan Tesla China Oktober 2026 kembali mencatat pertumbuhan positif. Produsen mobil listrik milik Elon Musk itu berhasil membukukan 67.829 unit kendaraan, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, jangan buru-buru menyebut Tesla sedang berpesta. Di balik pertumbuhan tersebut, tersimpan angka yang cukup menggelitik. Penjualan mobil listrik Tesla justru merosot 28,9 persen dibandingkan September 2026.
Dua angka dengan arah berbeda ini memunculkan pertanyaan menarik. Apakah Tesla benar-benar semakin kuat di pasar China, atau justru mulai menghadapi tekanan?
Penjualan Tesla China Oktober 2026 Tumbuh, tetapi Belum Aman
Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA) yang dilaporkan Reuters pada 3 November 2026, penjualan kendaraan listrik Tesla produksi Shanghai mencapai 67.829 unit sepanjang Oktober.
Angka tersebut mencakup Tesla Model 3 dan Model Y yang dipasarkan di China maupun diekspor ke sejumlah negara.
Secara tahunan, pencapaian ini cukup menggembirakan. Tesla bahkan berhasil mempertahankan pertumbuhan selama 12 bulan berturut-turut.
Namun, dibandingkan September yang mencatat 95.366 unit, penurunan hampir 29 persen tentu bukan angka kecil.
Mengapa Penjualan Tesla Bisa Turun Tajam?
Ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan. Data CPCA tersebut merupakan penjualan grosir atau wholesale, termasuk kendaraan yang diekspor dari pabrik Shanghai.
Artinya, angka 67.829 unit tidak sepenuhnya mencerminkan permintaan konsumen domestik China.
Perubahan jadwal pengiriman ekspor juga berpotensi memengaruhi fluktuasi penjualan bulanan.
Dengan demikian, penurunan Oktober belum otomatis membuktikan bahwa konsumen China mulai meninggalkan Tesla.
Ekspor Menguat, Pasar Domestik Tesla Justru Tertekan?
Persoalan Tesla ternyata lebih menarik jika melihat data sepanjang Januari hingga September 2026.
Menurut data CPCA yang dihimpun CnEVPost, penjualan domestik Tesla di China turun sekitar 11,9 persen menjadi 381.088 unit.
Sebaliknya, ekspor dari pabrik Shanghai melonjak sekitar 108,4 persen menjadi 361.972 unit.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa pasar internasional semakin berperan penting dalam menopang aktivitas produksi Tesla di Shanghai.
Persaingan Mobil Listrik China Semakin Ketat
Tesla masih memiliki kekuatan merek dan jaringan pasar global. Namun, persaingan dengan produsen kendaraan listrik China membuat perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak bisa hanya mengandalkan reputasi.
Pertumbuhan ekspor memang kabar menggembirakan. Tetapi melemahnya penjualan domestik tetap menjadi pekerjaan rumah.
