OTOINFO.ID – Persaingan industri mobil listrik dunia rupanya belum cukup panas dengan perang harga. Kini, para produsen otomotif dan baterai kembali adu teknologi. Kali ini, baterai solid-state menjadi rebutan.
China, Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa mulai mempercepat pengembangan baterai generasi baru yang diklaim menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, potensi keselamatan lebih baik, dan jarak tempuh kendaraan lebih jauh.
Nama-nama besar seperti CATL, BYD, Chery, Toyota, hingga Samsung SDI ikut meramaikan persaingan.
Namun, jangan buru-buru membayangkan mobil listrik bisa menempuh ribuan kilometer hanya dengan sekali pengisian daya.
Pasalnya, antara klaim teknologi di laboratorium dan produk yang benar-benar tersedia di dealer masih ada perjalanan panjang. Dan perjalanan itu tidak cukup ditempuh bermodal brosur!
Baterai Solid-State Jadi Senjata Baru Industri Mobil Listrik
Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair, teknologi solid-state memanfaatkan elektrolit padat untuk menghantarkan ion.
Pendekatan ini berpotensi meningkatkan kepadatan energi sekaligus mengurangi sejumlah risiko keselamatan terkait elektrolit cair yang mudah terbakar.
Namun, baterai solid-state tidak otomatis bebas risiko kebakaran maupun kerusakan.
Menurut laporan TrendForce pada Agustus 2026, pengembangan baterai all-solid-state telah memasuki fase validasi rekayasa. Sejumlah perusahaan bahkan mulai bergerak menuju pengujian pada tingkat kendaraan.
China Tancap Gas, Chery Siapkan Baterai 400 Wh/kg
Salah satu perkembangan menarik datang dari Chery.
Produsen otomotif China tersebut memperkenalkan peta jalan teknologi Rhinoceros Battery dalam Chery Global Innovation Conference pada Oktober 2026.
Target Pengujian Kendaraan pada 2027
Chery mengembangkan baterai solid-state Rhinoceros S dengan target kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg.
Teknologi tersebut juga dirancang bekerja pada rentang suhu minus 40 hingga 100 derajat Celsius.
Chery menargetkan pengujian tingkat kendaraan dan pengoperasian lini percontohan pada 2027. Namun, jadwal tersebut belum menjadi kepastian dimulainya penjualan massal mobil listrik dengan baterai solid-state.
CATL, BYD, dan Jepang Tak Mau Jadi Penonton
Persaingan tidak berhenti pada Chery.
CATL dan BYD juga menargetkan produksi percobaan baterai solid-state pada 2027. Sementara Toyota, Honda, Nissan, dan Samsung SDI terus mengembangkan teknologi serta proses validasi baterai generasi berikutnya.
Perusahaan baterai seperti Gotion bahkan membidik kepadatan energi 400 Wh/kg.
Produksi Massal Masih Menjadi Tantangan
Persoalan utamanya bukan sekadar menciptakan baterai dengan kapasitas energi besar.
Produsen juga harus memastikan daya tahan, keselamatan, kestabilan material, biaya produksi, serta kemampuan manufaktur dalam jumlah besar.
Dengan kata lain, baterai hebat di laboratorium belum tentu langsung menjadi baterai ekonomis untuk jutaan mobil listrik.
Eropa Ikut Bergerak, Baterai Solid-State Mulai Diproduksi
Di Eropa, Saft yang merupakan bagian dari TotalEnergies telah membuka lini produksi baterai solid-state di Bordeaux, Prancis, pada Oktober 2026.
Menariknya, fasilitas tersebut terutama menyasar aplikasi dirgantara, bukan langsung kendaraan penumpang.
Saft menyebut teknologi yang dikembangkannya berpotensi menawarkan kepadatan energi hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa solid-state tidak hanya menjadi arena persaingan industri otomotif, tetapi juga sektor transportasi dan energi lainnya.
Kapan Baterai Solid-State Bisa Digunakan Mobil Listrik Massal?
Tahun 2027 menjadi salah satu periode penting karena sejumlah produsen menargetkan pengujian kendaraan maupun produksi percontohan.
Namun, konsumen tetap perlu membedakan antara produksi percobaan, produksi terbatas, dan produksi massal.
Catatan OTOINFO: Baterai solid-state memang menjanjikan perubahan besar. Tetapi pemenangnya bukan otomatis perusahaan yang paling berani mengumumkan angka kepadatan energi atau jarak tempuh fantastis.
Pemenang sesungguhnya adalah produsen yang mampu menghadirkan baterai aman, tahan lama, ekonomis, dan dapat diproduksi dalam skala besar.
Sebab dalam industri otomotif, teknologi paling canggih belum tentu paling cepat sampai ke garasi konsumen.
Dan seperti biasa, yang paling keras menggeber promosi belum tentu paling dulu menyentuh garis finis!
