Otoinfo – Kasus rangka eSAF menjadi sorotan publik. Kasus rangka eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame) yang berkarat dan patah telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.
Kejadian ini telah memunculkan pertanyaan di benak calon pembeli sepeda motor, terutama yang memiliki minat pada produk Yamaha.
Namun, bagaimana sebenarnya pengaruh kasus rangka eSAF ini terhadap penjualan motor Yamaha?
Yamaha Tetap Fokus pada Produk nya.
Presiden Direktur dan CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti, dengan tegas mengklaim bahwa penjualan motor Yamaha tidak terpengaruh oleh isu rangka eSAF yang patah ini.
Meskipun Yamaha merasa terganggu dengan adanya isu ini, fokus perusahaan tetap pada pengembangan produk dan proses pemulihan pasca-krisis.
Dyonisius Beti menjelaskan, “Kami tidak melihat dari isu, (sebenarnya) kami agak terganggu dengan adanya ini. Tapi fokus Yamaha karena fokus pada produk dan recovery chip. Jadi bukan karena ada isu frame, tapi recovery.”
Kualitas Yamaha Tetap Tinggi.
Meskipun ada perdebatan mengenai rangka eSAF, Dyonisius Beti menegaskan bahwa semua produk yang diproduksi oleh Yamaha tetap mematuhi standar global dan memiliki kualitas tinggi.
Yamaha selalu berkomitmen untuk memberikan produk berkualitas kepada pelanggan.
Penurunan Permintaan di Bulan September.
Dyonisius Beti juga mencatat bahwa ada penurunan permintaan sepeda motor Yamaha pada bulan September.
Meskipun Yamaha terus memproduksi motor sesuai dengan kapasitasnya, permintaan dari konsumen turun.
Ini menjadi perhatian utama perusahaan, dan Yamaha akan terus memperhatikan kualitas produk mereka.
Garansi 5 Tahun untuk Rangka.
Untuk mengantisipasi perdebatan yang sedang berlangsung, Yamaha telah memutuskan untuk memberikan garansi selama 5 tahun untuk rangka sepeda motor.
Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan karakter konsumen yang kini cenderung melakukan pengecekan rangka saat servis berkala.
Dyonisius Beti menjelaskan, “Secara umum, tidak ada persyaratan khusus tentang garansi 5 tahun ini.
Hanya saja dalam konteks pemakaian wajar. Apa yang tidak wajar? Motor tabrakan tidak termasuk, tertimpa gempa tidak termasuk. Itu bukan kondisi normal. Jadi secara umum seperti tabrakan itu sudah hancur.”
Baca juga: Honda BeAT 2024: Wajah Baru dengan Rangka eSAF Lama?!
Proses Klaim Garansi yang Mudah.
Dyonisius Beti memastikan bahwa proses klaim garansi tidak sulit, selama kerusakan rangka bukan disebabkan oleh kondisi yang tidak wajar.
Yamaha yakin bahwa kualitas rangka yang mereka produksi telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Dengan material rangka yang tebal, standar produksi berkualitas tinggi, dan desain yang memperhitungkan cuaca tropis Indonesia, Yamaha berusaha memastikan kepuasan pelanggan.
