Otoinfo.id – Baterai menjadi komponen paling vital pada sepeda motor listrik karena berfungsi sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan kendaraan. Namun, seiring pemakaian, kapasitas baterai secara perlahan akan mengalami penurunan atau yang dikenal sebagai degradasi baterai.
Dalam kondisi normal, degradasi baterai motor listrik dapat mencapai sekitar 20-30 persen dalam waktu lima tahun. Besarnya penurunan tersebut tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kualitas baterai, pola penggunaan, frekuensi pengisian daya, hingga kondisi temperatur baterai.
Pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric, Bekasi, Jawa Barat, Abdullah mengatakan, degradasi baterai sangat bergantung pada cara penggunaan dan kualitas baterai.
“Tergantung pemakaian dan kualitas baterai. Normalnya, penurunannya sekitar 20-30 persen dalam lima tahun,” kata Abdullah kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2026).
Degradasi Baterai Motor Listrik Mempengaruhi Jarak Tempuh
Degradasi baterai pada motor listrik terjadi ketika kemampuan baterai dalam menyimpan energi mulai berkurang. Kondisi tersebut secara langsung dapat memengaruhi jarak tempuh kendaraan dalam satu kali pengisian daya.
Sebagai contoh, motor listrik yang ketika baru mampu menempuh jarak tertentu dalam kondisi baterai penuh, setelah digunakan selama beberapa tahun mungkin tidak lagi mampu mencapai jarak yang sama.
Mengapa Kapasitas Baterai Bisa Menurun?
Penurunan kapasitas baterai merupakan bagian dari proses penggunaan baterai lithium-ion. Setiap kali baterai digunakan dan diisi kembali, terjadi proses kimia di dalam sel baterai yang secara bertahap dapat menurunkan kemampuan penyimpanan energinya.
Namun, bukan berarti baterai akan langsung rusak setelah mencapai usia tertentu. Baterai masih dapat digunakan selama kondisi dan kapasitasnya masih memenuhi kebutuhan pengguna.
Usia Baterai Tidak Hanya Ditentukan Lima Tahun
Menurut pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, Hendro Sutono, daya tahan baterai sebenarnya tidak cukup dinilai hanya berdasarkan lamanya baterai digunakan.
Salah satu parameter penting adalah charge cycle atau jumlah siklus pengisian yang telah dilalui baterai.
“Daya tahan baterai tidak diukur hanya berdasarkan lamanya tahun pemakaian, melainkan berdasarkan akumulasi siklus pengisian (charge cycle),” kata Hendro kepada Kompas.com, 2 Oktober 2026.
Artinya, dua motor listrik yang sama-sama sudah berusia lima tahun belum tentu memiliki kondisi baterai yang sama. Motor yang digunakan secara intensif setiap hari tentu berpotensi mengalami akumulasi siklus pengisian lebih cepat dibandingkan kendaraan yang hanya digunakan sesekali.
Baterai NCM dan LFP Punya Daya Tahan Berbeda
Jenis baterai juga menjadi faktor penting dalam menentukan umur pakai baterai motor listrik. Dua teknologi yang banyak digunakan adalah NCM (Nickel Manganese Cobalt) dan LFP (Lithium Iron Phosphate).
Baterai NCM
Hendro menjelaskan, baterai NCM memiliki usia pakai rata-rata sekitar 800-1.000 siklus pengisian.
jika motor listrik digunakan secara intensif dan menghabiskan satu siklus penuh setiap hari, jumlah tersebut dapat terakumulasi relatif cepat.
Dalam pola pemakaian satu siklus penuh per hari, baterai NCM berpotensi mengalami penurunan kapasitas yang signifikan dalam rentang sekitar tiga tahun.
Baterai LFP
Berbeda dengan NCM, baterai LFP memiliki kemampuan siklus pengisian yang lebih tinggi.
Baterai LFP disebut mampu mencapai sekitar 2.000-3.000 siklus sebelum kapasitasnya menyusut hingga batas State of Health (SOH) sekitar 70-80 persen.
Dengan penggunaan satu siklus penuh setiap hari, baterai LFP secara teoritis berpotensi memiliki masa pakai sekitar tujuh hingga delapan tahun.
Pola Pengisian Ikut Menentukan Umur Baterai
Pengguna motor listrik juga perlu memperhatikan kebiasaan saat mengisi daya. Cara pengisian yang dilakukan secara terus-menerus dapat memengaruhi kondisi baterai dalam jangka panjang.
Selain jumlah siklus, beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain temperatur baterai, pola pengisian daya dan sistem manajemen baterai.
Suhu Baterai Jangan Diabaikan
Temperatur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan baterai. Kondisi temperatur yang tidak sesuai dapat mempercepat proses penurunan kemampuan baterai.
Karena itu, sistem manajemen temperatur dan penggunaan baterai sesuai rekomendasi pabrikan menjadi bagian penting dalam menjaga performanya.
Perawatan Baterai Motor Listrik
Perawatan yang tepat juga dapat membantu menjaga kondisi baterai. Pengguna sebaiknya mengikuti panduan pengisian dan penyimpanan yang diberikan produsen motor listrik.
Dengan perawatan yang benar, penurunan kapasitas baterai dapat dikelola sehingga kendaraan tetap dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.
Jadi, Apakah Baterai Motor Listrik Harus Diganti Setelah Lima Tahun?
Jawabannya tidak selalu.
Angka lima tahun bukan berarti baterai motor listrik otomatis harus diganti. Degradasi sekitar 20-30 persen merupakan gambaran umum yang sangat bergantung pada kualitas baterai dan pola pemakaian.
Kondisi baterai sebaiknya dinilai berdasarkan State of Health (SOH), kapasitas aktual, jarak tempuh, performa kendaraan dan jumlah siklus pengisian yang sudah dilalui.
Jika kapasitas baterai masih mencukupi kebutuhan penggunaan sehari-hari, baterai belum tentu perlu diganti meskipun usia kendaraan sudah mencapai lima tahun.
Sebaliknya, jika penurunan kapasitas sudah sangat terasa dan jarak tempuh tidak lagi memenuhi kebutuhan, pemeriksaan baterai secara menyeluruh dapat menjadi langkah yang tepat.

