Otoinfo.id – Setelah satu pekan berlalu, penyebab meledaknya motor Marc Marquez di Sirkuit Mandalika pada MotoGP Indonesia akhir pekan lalu mulai terkuak. Insiden dramatis ini terjadi ketika Marquez melaju di lintasan dan menyebabkan motor yang ditungganginya meledak dan terbakar, mengakibatkan dia kembali gagal menyelesaikan balapan. Sejak perhelatan pertama MotoGP di Sirkuit Mandalika pada tahun 2022, Marquez belum pernah berhasil menyelesaikan lomba, menambah catatan buruknya di sirkuit ini.
Menurut laporan dari the-race.com, ledakan motor Marquez disebabkan oleh penggunaan part baru yang disematkan pada Ducati Desmosedici GP23 di pertengahan musim. Part mesin baru tersebut diyakini adalah perangkat Flywheel, yang sering disebut sebagai rotor magnet. Flywheel ini dirancang untuk membuat putaran mesin lebih ringan, sehingga dapat memberikan performa yang lebih optimal pada putaran tinggi.
Keunggulan lain dari Flywheel adalah kemampuannya untuk meningkatkan grip motor saat masuk ke tikungan. Ini tentunya sangat penting bagi Marquez, yang dikenal sebagai salah satu pebalap dengan gaya berkendara agresif dan teknik menikung yang luar biasa. Namun, perubahan ini memaksa Marquez untuk beradaptasi dengan gaya berkendara baru, yang ia akui tidak mudah. “Tapi saya harus beradaptasi banyak,” ujarnya.
Dampak dari insiden kebakaran motor Marquez ini tidak hanya dirasakan oleh pebalap itu sendiri, tetapi juga tim Ducati. Sebagai langkah pencegahan, Ducati memutuskan untuk mencopot part baru tersebut dari motor Ducati GP23 lainnya, menandakan betapa seriusnya masalah yang ditimbulkan oleh penggunaan part tersebut.
Keputusan ini menunjukkan bahwa tim Ducati sangat berhati-hati dalam menjaga keselamatan pebalap dan performa motor. Dengan serangkaian perubahan dan pengujian yang dilakukan, diharapkan tim Ducati dapat menghindari insiden serupa di masa mendatang dan membantu Marc Marquez kembali bersaing di level tertinggi di MotoGP.
