Yamaha Sunday Race (YSR) 2018 : Sentul vs Yamaha GHP HDS, Case Closed!

Aldi Satya Mahendra dan Galang Hendra Pratama (insert)

Otoinfo.id – Kesalahan kecil yang dilakukan Aldi Satya Mahendra saat akan melakukan podium juara kelas All New R15 Junior Pro (Yamaha Sunday Race 2018) lalu, berbuntut masalah. Aldi berbelok melawan arus untuk melakukan timbang motor. Namun melawan arus seharusnya tidak boleh. Harus memutar keliling 1 sirkuit lagi.
Pimpinan lomba yakni Bapak Dani Sarwono hampir saja melakukan diskualifikasi terhadap Aldi, namun tim protes keras karena dianggap hukuman itu berlebihan. Termasuk di dalam protes tersebut adalah Galang Hendra yang membela adiknya.

Atas dasar itu lah tim Yamaha GHP HDS Pirelli yang melakukan protes terlalu keras terhadap pimpinan lomba pada seri ke-2 Yamaha Sunday Race (5-6/5) lalu melakukan minta maaf terhadap manajemen Sirkuit Sentul (PT. Sarana Sirkuitindo Utama).
Yang melegakan, management sirkuit Sentul pun dalam hal ini yang berelisih managemen tim Yamaha GHP HDS Pirelli -tim yang dibela Aldi Satya Mahendra, memberikan respon baik dengan mengeluarkan Surat Perihal Jawaban Permohonaan Maaf Atas Tindakan Disiplin.

Surat Balasan Managemen Sentul

Artinya kasus ini sudah selesai. Konflik pun langsung mereda. Surat ini terlampir tembusan ke Ketum PP IMI, Wakil Ketum Bidang Olahraga Motor, Sekjen, Ketum IMI DKI Jakarta, Ketum IMI Jabar dan lain-lain. Artinya semua pihak mengetahui tentang surat balasan ini.
Di dalam surat tersebut, intinya pihak manajemen Sentul mengapresiasi niatan orang tua dari Galang Hendra Pratama dan Aldi Satya Mahendra yang meminta maaf dengan mengunjungi Bapak Tinton Soeprapto. Pihak Sentul juga menyebut bahwa Galang Hendra dan Aldi Satya adalah aset nasional sebagai rider muda berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

Walau mendapat pernyataan maaf dari pihak sirkuit Sentul, Galang Hendra Pratama dan Aldi Satya Mahendra tetap mendapat hukuman. Ini semata hanya sebagai pembelajaran sebagai pembalap muda dan menjadi aset nasional.
Hukumannya yaitu larangan tampil untuk 1 (satu) seri Kejurnas dan Yamaha Sunday Race 2018 Sentul kepada manajemen Yamaha HGP HDS Pirelli dan pembalap Galang Hendra Pratama dan Aldi Satya Mahendra. Bukan hanya balapan, bahkan latihan di Sentul pun dilarang, sampai hukuman terlaksana.

Menanggapi hal itu, Yamaha sebagai pabrikan yang mendidik dan membina Galang Hendra Pratama buka suara. “Sebenarnya sejak minggu lalu, masalah ini sudah selesai dan hari ini saya menerima cc surat dari Sentul tersebut. Dengan hukuman tersebut, Galang tidak bisa berlatih dan Aldi kehilangan poin cukup berarti. Artinya tersisa 1 seri Yamaha Sunday Race yang bisa dia ikuti, maka peluangnya berat untuk meraih juara dengan ketertinggalan poin tersebut,”terang M Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

M. Abidin (Ketiga dari Kiri), General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

Walau mengalami kerugian terhadap poin, pada dasarnya hukuman ini adalah mendidik. “Dengan adanya mediasi dan adanya surat tersebut, ini sebenarnya mendidik. Nah, jika masih ada berita yang tidak menyertakan kami sebagai narasumber di beritanya, itu berarti sebagai berita yang tidak benar karena tidak ada fungsi Social Control yang melibatkan pihak terkait langsung,“tambah M Abidin yang siap pula mengevaluasi hal ini secara internal dalam penyelenggaraan race.

Sedangkan dipihak yang melakukan protes dalam hal ini pihak manajemen Yamaha GHP HDS Pirelli juga dengan terbuka dan lapang dada, menerima keputusan ini dan siap melaksanakannya. “Kami mengapresiasi hukuman terhadap Aldi sehingga harus kehilangan poin di seri 2, demikian juga dengan Galang sebagai tim GHP juga mendapat sanksi. Keputusan ini sebagai pembelajaran dan pengalaman untuk keluarga. Kami berterima kasih kepada Yamaha dan semua pihak atas dukungan spirit. Semoga dengan keputusan ini membuat Galang dan Aldi tumbuh menjadi pembalap yang lebih profesional,“ ucap Hestu Prahendra. Case close! Wawan,MT4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here