
Otoinfo – Ketika sebuah motor balap melintas di lintasan, perhatian biasanya tertuju pada rider, kecepatan, mesin dan hasil akhir. Namun, di balik tampilan sebuah motor balap, ada pekerjaan kreatif yang ikut membangun identitas sang pembalap.
Hal tersebut terlihat pada MX King milik Farel Putra Zaidane, rider muda yang berhasil meraih gelar Juara Beginner Region Jawa. Motor Farel tampil dengan karakter grafis agresif, garis-garis tajam dan permainan warna fluorescent.
Baca Juga : Dari BMX hingga Juara Beginner Region Jawa, Perjalanan Farel Putra Zaidane Didukung Penuh Keluarga

Di balik tampilan tersebut terdapat tangan Santoso, pemilik San Decal, workshop asal Yogyakarta yang sejak awal memang tumbuh dari kecintaannya terhadap dunia otomotif dan racing.
Berawal dari Passion Racing
Santoso mulai merintis usaha pada 2009 dan secara resmi mendirikan San Decal pada 2010. Passion terhadap otomotif, khususnya dunia racing, menjadi alasan utama dirinya memilih jalur decal motor.
Perjalanan San Decal ke dunia balap dimulai sekitar 2012. Saat itu Santoso mulai mengerjakan nomor start sejumlah rider, di antaranya Sudarmono, Sigit PD, Yoga AP dan Martin CP.
Baca Juga : Farel Putra Bangkit! Juara Race 2 MP4 Beginner, Patahkan Dominasi Super Gio di Motoprix Subang
Setahun kemudian, San Decal mulai menangani motor balap, termasuk milik Galang Hendra.
“Karena sesuai passion, suka dunia otomotif terutama racing,” ujar Santoso mengenai alasan awal terjun ke dunia decal.

Berbeda dengan kebutuhan motor harian, decal racing menurutnya membutuhkan karakter material dan pengerjaan yang berbeda.
Untuk kebutuhan balap, San Decal mengerjakan custom design melalui proses cutting maupun printing, menggunakan material seperti Maxdecal HiGrip yang dikombinasikan dengan Oracal fluorescent.
Farel Bukan Sekadar Motor Balap
Menariknya, desain MX King Farel tidak dibuat sekadar untuk mempercantik motor.
Santoso menyebut desain tersebut sengaja disesuaikan dengan karakter Farel yang agresif, percaya diri dan berani tampil berbeda. Bahkan, karakter tersebut juga tercermin dari gaya Farel yang identik dengan rambut berwarna terang.
“Desain juga mengikuti karakter Farel, dengan garis tajam dan warna-warna fluorescent,” jelas Santoso.

Proses pengerjaan biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 hari. Waktu bisa lebih panjang apabila menggunakan body baru karena harus membuat template kembali.
Tantangan terbesar justru muncul ketika grafis harus disambungkan pada bagian body yang membulat atau cembung.
Setiap Race Bisa Berbeda
Ada satu hal menarik dalam hubungan San Decal dengan Farel. Santoso menganggap Farel sebagai salah satu brand ambassador San Decal.
Karena itu, setiap race Farel bisa mendapatkan desain baru.
Bagi Santoso, decal bukan hanya soal warna dan tempelan sponsor. Di atas lintasan, grafis juga menjadi bagian dari identitas rider.
Dan ketika MX King dengan sentuhan San Decal tersebut kemudian membawa Farel meraih Juara Beginner Region Jawa, cerita di balik tampilannya menjadi semakin menarik: ada passion, kreativitas dan kerja detail yang ikut membentuk wajah seorang rider muda di lintasan.

