Otoinfo.id – Manajer Tim HRC Honda Castrol, Alberto Puig, ikhlas lepas Marc Marquez dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menawarkan kontrak fantastis untuk menahan Marc Marquez di MotoGP 2023. Keputusan untuk berpisah dilakukan secara ikhlas dan tanpa tuntutan imbalan apa pun.
Setelah 11 musim bersama, Marquez resmi mengakhiri kerja sama dengan Honda pada akhir musim 2023, menandai berakhirnya era emas yang pernah membawa pabrikan Jepang itu ke puncak MotoGP, Honda ikhlas lepas Marc Marquez.
Banyak yang Meragukan Keikhlasan Honda
Honda dan Marquez sudah menjadi pasangan ikonik sejak debut The Baby Alien di kelas premier pada tahun 2013. Dalam periode 2013–2019, Marquez berhasil membawa gelar juara dunia dan dominasi luar biasa bagi Repsol Honda.
Namun, perpisahan mereka pada 2023 memunculkan banyak tanda tanya. Tak sedikit yang menduga Honda mencoba mempertahankan Marquez dengan tawaran uang besar.
Puig membantah semua spekulasi tersebut.
“Bohong. Honda tahu bahwa mereka harus membebaskannya, dan mereka melakukannya,” tegas Puig, dikutip dari Motosan, Jumat (9/5/2025).
“Marc tidak meminta apa-apa dan Honda juga tidak menuntut apa-apa. Tidak ada tawaran uang besar, semua itu tidak benar,” lanjutnya.
Marquez Lebih Mementingkan Kompetitif, Bukan Uang
Puig juga menekankan bahwa Marquez bukan sosok yang didorong oleh uang. Fokus utamanya adalah kembali ke lintasan dengan motor yang mampu bersaing untuk menang.
Baca Juga: Klasemen Sementara Kawahara Djava K2R IDC 2025 Usai Seri Perdana
“Marc tidak menginginkan uang, dia menginginkan motor yang bisa menang,” kata Puig.
Pernyataan tersebut dibuktikan lewat keputusan Marquez yang rela melepas gaji 20 juta Euro (sekitar Rp372 miliar) per tahun di Honda, demi bergabung dengan Gresini Racing di MotoGP 2024.
Di tim satelit Ducati tersebut, Marquez disebut hanya menerima bayaran kecil, namun tampil kompetitif di lintasan.
Kini Berlabuh di Ducati Lenovo, Tapi Gajinya Masih Kecil
Memasuki musim MotoGP 2025, Marc Marquez resmi membela Ducati Lenovo, tim pabrikan yang juga menaungi juara dunia Francesco Bagnaia.
Menariknya, meskipun naik ke tim utama Ducati, gaji Marquez dikabarkan masih di bawah Bagnaia yang mendapat bayaran sekitar 7 juta Euro (Rp130 miliar).
Baca Juga: Tim Eksis Asal Subang Setra Racing Fix Main LFN Series, Ridernya?
Keputusan Honda melepas Marquez tanpa drama dan tuntutan adalah cerminan dari hubungan profesional yang kuat selama satu dekade. Di sisi lain, Marquez juga membuktikan bahwa ambisi balap lebih penting daripada nilai kontrak.






