
Otoinfo – Perjalanan Farel Putra Zaidane di dunia balap motor tidak dimulai dari lintasan aspal, melainkan dari balap BMX. Pembalap muda kelahiran Sleman, 13 Februari 2013, ini akhirnya berhasil merebut gelar juara Beginner Region Jawa bersama tim H. Lanosin Bintang Centula, Milik Aldi gurlanda. Setelah melewati proses panjang yang melibatkan dukungan keluarga, pembinaan, dan kerja keras dalam menemukan setelan motor terbaik.
Ketertarikan Farel terhadap balap motor berawal ketika dirinya masih aktif bermain BMX. Namun, menurut sang ayah, Taufik TMS, saat itu Farel merasa belum menemukan keseriusan dalam aktivitas balap BMX yang dijalaninya. Hingga suatu hari, Farel menyampaikan keinginannya untuk mencoba balap motor.
Permintaan tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi Farel. Taufik perlahan mulai menyiapkan motor untuk sang putra, sekaligus mendukung keinginannya menekuni dunia balap yang lebih kompetitif.

Dukungan Keluarga Jadi Fondasi Perjalanan
Di balik perkembangan Farel, ada peran besar keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh. Taufik mengungkapkan, ketika sang putra belum mendapatkan hasil sesuai harapan, keluarga memilih memberikan masukan dan semangat, bukan memarahinya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga motivasi Farel sebagai pembalap muda yang masih terus belajar dan berkembang.
“Kalau pas kalah, ya kita kasih masukan biar dia tambah semangat. Enggak dimarahi,” cerita Taufik.
Selain dukungan keluarga, Farel juga menjalani proses pembinaan bersama sejumlah sosok yang berpengalaman. Untuk pembinaan fisik, awalnya ia dibimbing Mas Nurwarsito, kemudian dilanjutkan bersama Pak Gandung. Farel juga mendapat kesempatan belajar balap bersama Mas Doni Tata.
Perjuangan Menemukan Setelan Motor yang Tepat
Kesuksesan Farel tidak terlepas dari proses panjang dalam mencari setelan motor yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan sang pembalap. Taufik menyadari bahwa perkembangan fisik, termasuk tinggi dan berat badan Farel, turut menjadi pertimbangan dalam menentukan setelan mesin.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari seri pertama hingga menjelang seri keempat. Pada seri pertama, performa motor dinilai masih belum optimal. Tim kemudian terus melakukan evaluasi dan mencari kombinasi setelan yang tepat.
Memasuki seri kedua, hasilnya mulai menunjukkan perkembangan. Namun, pencarian belum berhenti. Persiapan kembali ditingkatkan menjelang seri ketiga dengan harapan Farel semakin nyaman membawa motor dan mampu bersaing di barisan depan.
“Seri satu motor masih kurang oke, saya cari terus. Di seri dua sudah lumayan. Persiapan seri tiga kita cari sampai Farel bawanya enak dan bisa tarung di depan,” ungkap Taufik.
Menjelang seri keempat di Mandalika, persiapan semakin intensif. Farel menjalani latihan sekaligus pengujian setelan mesin selama dua hari. Hasilnya cukup menggembirakan, terutama dari catatan waktu yang berhasil dicapai saat latihan.
Catatan Waktu 47,49 Detik, Berbuah Hasil Maksimal
Optimisme Taufik semakin meningkat setelah melihat perkembangan Farel dalam sesi latihan. Saat kualifikasi (QTT), Farel mencatatkan waktu 47,49 detik, menjadi salah satu gambaran kesiapan dirinya menghadapi persaingan.
Kepercayaan diri tersebut kemudian terbayar saat balapan. Pada Race 1, Farel mampu menjaga ritme dan konsistensi hingga meninggalkan para pesaingnya dengan jarak yang cukup jauh, menurut penuturan sang ayah.
Sementara pada Race 2, persaingan berlangsung lebih ketat ketika Farel harus berhadapan dengan Umar. Situasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Farel dalam membuktikan kemampuannya menghadapi berbagai kondisi persaingan di lintasan.
Hasil akhirnya menjadi pencapaian membanggakan bagi Farel dan seluruh keluarga. Gelar juara Beginner Region Jawa yang berhasil direbut menjadi buah dari proses pembinaan, kerja keras, serta kesabaran dalam mengembangkan kemampuan pembalap muda tersebut.
Lebih dari Sekadar Gelar Juara
Bagi Taufik, keberhasilan Farel bukan hanya tentang berdiri di podium tertinggi. Perjalanan dari BMX hingga menjadi juara Beginner Region Jawa menunjukkan bagaimana keinginan seorang anak dapat berkembang menjadi prestasi melalui dukungan dan pendampingan yang konsisten.
Bersama tim H. Lanosin Bintang Centula dan dukungan para sponsor, di antaranya 41RK, ERDEVE, Vamos, SAE Sayvana, VND, NGK, NHK, Ulti-X, Koizumi dan MKO, Farel kini memiliki pengalaman berharga untuk melanjutkan perjalanan balapnya.
Dari seorang anak yang awalnya meminta dibuatkan motor balap, Farel kini berhasil membuktikan bahwa mimpi besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Dan di balik pencapaian tersebut, ada keluarga yang terus mendampingi, bahkan ketika hasil balapan belum sesuai harapan.

