Otoinfo.id – Pro-Kontra terkait regulasi teknis dan batasan usia pembalap jadi tema yang hangat di awal musim balap 2024 ini. Dua poin itu pula yang jadi catatan penting bagi H. Eddy Saputra yang saat ini menjabat sebagai Deputy Olahraga Sepeda Motor PP IMI. Dalam kesempatan obrolan khusus, Om Eddy-sapaan akrabnya memberikan penjelasan, simak yuk!
“Ada pertanyaan mendasar yang jadi salah persepsi bahwa menilai perubahan regulasi teknis agar Honda bisa lawan Yamaha. Itu salah. Dasarnya adalah, bahwa balapan bebek sdh mau mati, karena biaya untuk bikin motor sangat mahal. MotoPrix mulai sepi dan berkurang jauh dari tahun sebelumnya Contoh di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Makanya dibuat dengn spek yang lebih rendah, agar biaya lebih murah dan balap tetap komprtitif,”bukanya.
“Sekarang untuk bikin 1 motor MX King spek kejurnas , kira-kira 180-200 Juta, silahkan cek ke mekanik. Lalu, apakah spek sekarang mesin lebih pelan atau tidak kencang? Boleh tanya ke Leon Chandra Racetech, motor sudah di test pembalap Malaysia juara asia pula,”lanjut Om Eddy.
“Perubahan regulasi saat ini, mekanik pasti nggak suka, tapi mereka harus berpikir bagaimana balap kembali ramai. Intinya adalah balap hanya main di sirkuit kecil, sudah over spek dan sudah terlalu mahal, balapan sudah makin sepi. Hanya ada tim kuat yang bisa bersaing, mau membina pembalap atau membina mekanik?,”tegasnya.
Lalu, “Saya paling tidak setuju soal pembebasan umur, acuannya Moto2 dan Moto3 ada batas umur. Belum pernah aturan IMI yang membebaskan umu. Regulasi akan saya bahas lagi di IMI . Tunggu saya balik dari Qatar hati Jumat,”tutupnya. Gaspol!
