Otoinfoid- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan penelitian mendalam terkait kasus rangka eSAF motor Honda yang mengalami masalah karat hingga keropos.
Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan berbagai aspek, termasuk proses pembuatan rangka eSAF di Plant Astra Honda Motor (AHM) di Karawang, Jawa Barat.
Hasil penelitian ini memiliki dampak signifikan pada persyaratan uji tipe kendaraan di Indonesia.

Karat Pada Rangka eSAF.
Penelitian yang dilakukan oleh KNKT dan Kemenhub mengungkapkan bahwa karat pada rangka eSAF motor Honda merupakan hasil dari berbagai jenis karat yang terbentuk.
Faktor-faktor penyebabnya meliputi tingginya kelembaban udara di sekitar rangka, kurangnya perawatan atau pemeliharaan motor, serta faktor-faktor lainnya yang dapat memicu proses korosi.
Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa lingkungan Indonesia cenderung lembab, yang menjadi faktor pendorong laju korosi yang tinggi.
Oleh karena itu, perawatan dan pemeliharaan sepeda motor menjadi sangat penting.
Berbagai konsumen memiliki kebiasaan yang berbeda dalam membersihkan dan merawat sepeda motor mereka, dan edukasi terkait hal ini perlu ditingkatkan.

Rekomendasi Peningkatan Kualitas.
KNKT memberikan beberapa rekomendasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas rangka eSAF motor Honda yang sesuai dengan iklim Indonesia.
Salah satu rekomendasi yang paling penting adalah edukasi mengenai perawatan dan pemeliharaan sepeda motor.
Karena lingkungan di Indonesia cenderung lembab, pemilik sepeda motor harus lebih berhati-hati dalam merawat kendaraan mereka.
Baca juga: Honda Scoopy 2024 Tampil Sporty dengan Rangka eSAF yang Lebih Kuat?!
Laju Korosi di Indonesia.
Berdasarkan peta korosi dunia yang mengikuti standar ISO 9223 tentang sistem klasifikasi laju korosi pada baja karbon berdasarkan kondisi atmosfer lingkungan, Indonesia saat ini mengalami laju korosi yang sangat tinggi.
Hal ini merupakan peringatan serius, dan bersama-sama, kita perlu mewaspadainya.

Ketahanan Karat sebagai Syarat Uji Tipe Kendaraan.
Dalam rekomendasinya kepada Kemenhub, KNKT menyarankan agar ketahanan terhadap karat dijadikan sebagai salah satu persyaratan kelaikan uji tipe kendaraan.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa sepeda motor yang beredar di Indonesia memiliki tingkat ketahanan terhadap korosi yang memadai.
Menurut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, PT AHM menggunakan bahan baku berupa pelat tahan tensi tinggi (High tensile plate) dalam pembuatan rangka eSAF.
Bahan ini kemudian diproses dengan pelapisan coating menggunakan metode CED (Cathodic Electro Deposition) secara dipping.
Proses ini melibatkan pengendalian kualitas produk dari tahap awal hingga tahap akhir, termasuk incoming material, proses press, welding, dan pelapisan.
Berdasarkan perhitungan menggunakan metode finite element method (FEM), rangka eSAF dapat dianggap cukup kuat dan tidak memiliki daerah kritis atau fatigue dengan beban tegangan yang tinggi.
Kasus rangka eSAF motor Honda yang mengalami masalah karat telah mengundang perhatian serius dari KNKT dan Kemenhub.
Penelitian menyeluruh ini mengungkapkan penyebab masalah karat, yang melibatkan faktor-faktor seperti kelembaban udara dan kurangnya perawatan.
Sebagai tanggapan, KNKT merekomendasikan edukasi perawatan yang lebih baik dan mengusulkan agar ketahanan terhadap karat menjadi salah satu persyaratan uji tipe kendaraan di Indonesia.
Semua ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kualitas sepeda motor di Indonesia sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada.
