Otoinfo – Bagi Hani Ismanto, atau akrab disapa Mas Kawuk, mendukung kiprah sang putra, Raffif Dhani Satrio, bukan sekadar soal hadir di paddock, melihat balapan, atau berharap podium.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar: sebuah proses membangun mental dan karakter anak melalui dunia balap.
Akhir pekan ini, 19-20 September 2026, Satrio kembali mendapat kesempatan mengasah kemampuan di Mandalika Racing Series (MRS) Round 4 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB.
Baca Juga : Dua Kali Juara Asia, Apa Peran Velg X1R di MX King Alfi Husni? Ini Penjelasan Mr. Leo
Pembalap muda yang tercatat sebagai siswa SMA Al Azhar Semarang tersebut turun di kelas Junior Sport 250 cc U-18 bersama Honda MTS Arspeed ASH21.
Podium memang belum menjadi milik Satrio. Namun bagi Mas Kawuk, hasil tersebut bukan alasan untuk berhenti. Justru di situlah proses pembelajaran seorang pembalap muda sedang berlangsung.
“Tak ada proses yang mengingkari hasil. Hasil bukan semata soal podium atau tropi, tetapi bagaimana kompetisi ini memberi nilai positif bagi pembangunan mental dan karakter Satrio di masa yang akan datang,” tegas Mas Kawuk.
Kalimat itu pula yang kemudian lekat dengan tagar #TentangRasa, sebuah ungkapan yang menggambarkan bagaimana Mas Kawuk menikmati setiap proses perjalanan putranya.
Di balik sosoknya yang sederhana, bersahaja dan humoris, Mas Kawuk menyimpan cerita perjuangan tersendiri. Kiprah Satrio di dunia balap juga tidak terlepas dari perjalanan bisnis yang dibangunnya, salah satunya di bidang properti.
Baca Juga : Rafif Dhani Satrio Siap Tampil Maksimal di Final MRS 2025, Siap Pecah Telur Podium?
Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang mampu membiayai sebuah mimpi, tetapi juga tentang bagaimana perjuangan tersebut memberi manfaat.
“Belajar ikhlas dan semangat berbagi dengan sesama, juga jangan lupa memuliakan kedua orang tua,” pesan Mas Kawuk.
Mungkin Satrio belum berdiri di podium hari ini. Tetapi setiap putaran di lintasan sedang mengajarinya tentang disiplin, keberanian, kegagalan, konsistensi dan arti sebuah perjuangan.
Dan di balik helm seorang pembalap muda, selalu ada cerita tentang seorang ayah yang tak pernah lelah berkata: terus berproses, karena setiap perjuangan punya waktunya sendiri.
