Otoinfo. – Banyak pemilik motor yang masih bisa menghemat biaya dengan cara korter blok silinder ketika mengalami keausan. Proses ini dilakukan dengan menghaluskan kembali dinding blok menggunakan mesin bubut, lalu dipasangkan piston baru agar ukuran tetap presisi. Namun, setelah proses ini selesai, motor ternyata tidak bisa langsung dipacu dengan kecepatan tinggi.
Menurut Muhammad Faiz, pemilik bengkel spesialis motor matic D’kutic, masa inreyen tetap wajib dilakukan meski hanya melakukan korter. “Selama ganti seher (piston) dan blok silinder, walaupun hanya dikorter harus inreyen dulu,” jelasnya.
Waktu Ideal Inreyen Setelah Korter
Minimal Satu Minggu Pemakaian
Faiz menyarankan agar motor yang habis dikorter menjalani masa inreyen minimal satu minggu pemakaian. Selama periode ini, piston dan dinding liner hasil korteran akan saling beradaptasi agar lebih pas dan tidak cepat aus.
Batasi Kecepatan Motor
Saat inreyen, pengendara disarankan tidak melebihi kecepatan 50 km/jam. Cara berkendara juga harus santai agar suhu mesin tidak terlalu panas. Hal ini penting untuk mencegah gesekan berlebihan antara piston dan blok silinder baru.
Baca Juga: Catat Waktu Ideal Mengganti Oli Power Steering Mobil yang Tepat, Jangan Sampai Telat!
Peran Setelan Klep Saat Inreyen
Selain gaya berkendara, Faiz juga menambahkan bahwa setelan klep sengaja dibuat lebih longgar selama masa inreyen. Tujuannya untuk:
Mengurangi gesekan yang berlebihan.
Memudahkan mesin menyala saat ada kendala.
Menjaga performa mesin tetap stabil pada putaran rendah.
Setelah masa inreyen selesai, mekanik akan melakukan penyetelan ulang klep sesuai kebutuhan mesin agar performa kembali maksimal.
Baca Juga: Servis Kaki-Kaki Total Honda HR-V di Bengkel Spesialis, Biayanya Bikin Kaget!
Dampak Jika Tidak Inreyen Setelah Korter
Jika motor langsung digunakan dengan gaya berkendara agresif setelah korter, risiko yang bisa terjadi antara lain:
Piston cepat aus karena gesekan berlebih.
Overheating akibat suhu mesin terlalu panas.
Tenaga mesin menurun karena permukaan piston dan blok belum menyatu dengan baik.
Umur mesin pendek sehingga perlu perbaikan lebih cepat.
Setelah melakukan korter blok silinder, motor tetap membutuhkan masa inreyen layaknya motor baru. Proses ini penting agar piston dan blok silinder dapat beradaptasi dengan sempurna, memperpanjang umur mesin, serta menjaga performa tetap optimal.
Jadi, jangan terburu-buru menggeber motor usai korter. Lakukan inreyen dengan benar, jaga kecepatan di bawah 50 km/jam, dan lakukan pemeriksaan ulang ke bengkel setelah satu minggu. Dengan begitu, motor akan lebih awet dan performanya tetap terjaga.
