
Otoinfo – Bagi sebagian orang, dunia otomotif mungkin hanya tentang motor, mesin, balapan dan kecepatan. Namun bagi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dunia tersebut perlahan menjadi ruang yang lebih luas: tempat komunitas bergerak, anak muda berkarya, olahraga berkembang hingga ekonomi masyarakat ikut tumbuh.
Kedekatan Hamenang dengan dunia otomotif terlihat dalam sejumlah kegiatan sepanjang 2025 hingga 2026. Ia tidak hanya hadir dalam event, tetapi juga beberapa kali berinteraksi langsung dengan komunitas motor dan pelaku otomotif di Klaten.
Baca Juga : RX King Chamber BJ2RT Billindo Hadir di UDRM Cilegon 2026, Ridernya Tedy Permana, Ada Riset Kruk As Baru

Pada 2025, Hamenang mengikuti kegiatan Trail Trabas Klaten Adventure bersama ratusan crosser di lereng Merapi. Bagi Pemkab Klaten, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas adventure, tetapi juga menjadi cara memperkenalkan potensi wisata alam Klaten kepada komunitas otomotif dari berbagai daerah.
Kedekatan itu berlanjut pada 2026. Dalam sejumlah kegiatan Ngabuburide dan riding bersama komunitas motor, Hamenang membawa pesan yang cukup sederhana: komunitas motor juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga : Juara Beginner Jawa, MX King Farel Tembus 27,1 HP! Taufik TMS Racik Tenaga Progresif
“Berita yang sering viral tentang anak motor di Klaten biasanya yang negatif. Yang muncul di media sosial itu klitih dan knalpot brong. Alhamdulillah kali ini seluruh komunitas motor di Kabupaten Klaten menggelar kegiatan yang sangat positif,” ujar Hamenang.
Dari komunitas, perhatian Hamenang kemudian bergerak ke ekosistem yang lebih besar.
Saat menghadiri IMX 2026 di Prambanan, ia justru mengakui bahwa Klaten masih memiliki pekerjaan rumah dalam dunia otomotif.
“Ini menjadi sebuah oase di tengah keterbatasan, karena jika berbicara otomotif, Klaten masih tertinggal. Kehadiran IMX di sini diharapkan dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pecinta otomotif di Klaten,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menarik karena menunjukkan bahwa Hamenang tidak melihat perkembangan otomotif Klaten sebagai sesuatu yang sudah selesai. Justru masih ada ruang yang harus dibangun.
Salah satu jawabannya kemudian hadir melalui Klaten International Motocross dan Kejurnas Motocross Round 6 2026 di Sirkuit Bokong Semar, Rowo Jombor.
Baca Juga : Koh Indra Kabelsetan : Straight Cut Flow, Ninja Doni Tata Kuat di Bawah, Lepas di Atas
Event yang menghadirkan pembalap nasional dan internasional tersebut menjadi langkah awal yang ingin dikembangkan Hamenang menuju kawasan otomotif yang lebih besar. Ia bahkan membayangkan Bokong Semar tidak berhenti sebagai sirkuit motocross, tetapi berkembang menjadi kawasan yang dapat mengakomodasi road race, drag race, drifting hingga slalom.
“Harapannya tentu ke depan tidak hanya selesai di sini tapi ke depan kita bisa menyelenggarakan event-event bertaraf nasional dan internasional. Harapannya Klaten bisa menjadi episentrum otomotif di Provinsi Jawa Tengah,” kata Hamenang.
Menariknya, perhatian tersebut tidak berhenti pada balapan.
Pada Juli 2026, Hamenang meninjau pelatihan otomotif di SMK Kristen 5 Klaten. Program tersebut membekali peserta dengan kemampuan teori, mesin, kelistrikan dan keterampilan teknis agar siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha bengkel.
“Harapannya setelah lulus, peserta dapat terserap di perusahaan-perusahaan otomotif atau membuka usaha bengkel secara mandiri,” ungkapnya.
Dari komunitas hingga sirkuit, dari modifikasi hingga pendidikan, perlahan terbentuk sebuah pola.
Otomotif tidak lagi hanya tentang motor yang melaju di lintasan. Di dalamnya ada pembalap, mekanik, komunitas, pelaku UMKM, anak muda dan masyarakat yang berharap mendapatkan manfaat dari berkembangnya sebuah ekosistem.
Di situlah kiprah Hamenang Wajar Ismoyo menjadi menarik untuk dicermati. Bukan sekadar karena seorang bupati dekat dengan dunia motor, tetapi karena perhatian tersebut mulai diarahkan untuk membuka ruang yang lebih besar bagi manusia-manusia di balik otomotif Klaten.
Mimpi menjadikan Klaten sebagai episentrum otomotif Jawa Tengah tentu masih membutuhkan proses panjang. Namun setidaknya, jalannya mulai terlihat.
Dan perjalanan itu kini tidak hanya berbicara tentang mesin dan kecepatan, tetapi juga tentang manusia yang berada di baliknya.

