
Otoinfo – Kesempatan seorang pembalap muda untuk berlaga di level internasional tidak selalu datang hanya karena memiliki kecepatan. Di baliknya terdapat proses pembinaan, pengalaman kompetisi, karakter, attitude hingga kemampuan bekerja dalam sebuah ekosistem.
Hal tersebut tergambar dari kolaborasi Doni Racing School (DRS35) dan Niti Racing dalam membangun jalur pembinaan talenta muda menuju berbagai level kompetisi, termasuk kesempatan berlaga di Eropa.
Baca Juga : Doni Racing School 35 Academy Buka Kelas Baru, Paket Spesial dan Fasilitas Melimpah! Simak Selengkapnya

Terbaru, pembalap muda Bintang Pranata Sukma mendapatkan kesempatan tampil sebagai pembalap wildcard bersama Leopard Junior Team pada seri pamungkas Moto4 European Cup di Sirkuit Misano, Italia.
Kesempatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana proses pembinaan rider muda dapat membuka pintu menuju kompetisi internasional.
Bukan Sekadar Menunjuk Rider Cepat
Doni Ramdhani selaku mentor DRS35 menjelaskan bahwa standar rider yang mendapatkan kesempatan melalui ekosistem Niti Racing tidak hanya berdasarkan kemampuan di lintasan.
Menurut Doni, rider yang masuk dalam program tersebut harus merupakan pembalap yang memang mengikuti proses pembinaan di DRS.
“Standarisasi rider yang berkancah di internasional bersama Niti Racing itu nggak semata-mata langsung bisa tunjuk,” ujar Doni.
Menurutnya, salah satu syarat utama adalah rider tersebut merupakan siswa DRS dan setidaknya telah memiliki pengalaman di motorsport.
Selain kemampuan teknis, attitude juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi.
Artinya, pembinaan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan rider yang cepat, tetapi juga pembalap yang mampu bekerja sama, menerima proses belajar dan memiliki potensi untuk berkembang.
Ada Tahapan Sebelum Menuju Internasional
Konsep yang dibangun DRS35 dan Niti Racing juga tidak menggunakan pola instan.
Doni menjelaskan bahwa pembinaan biasanya dimulai dari kelas junior, seperti U15 Junior Sport di Mandalika Racing Series, kemudian berlanjut ke kelas NS250 nasional.
Pola tersebut menunjukkan adanya tahapan yang harus dilewati rider sebelum mendapatkan kesempatan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Baca Juga : Pikoli Oil Bersama DRS35! Oli Full Synthetic Bantu Performa Motor Latihan Lebih Optimal
Secara sederhana, jalurnya dapat digambarkan:
DRS35 → Junior Sport/U15 → NS250 Nasional → Evaluasi & Pengembangan → Kesempatan Internasional
Dengan sistem seperti ini, pengalaman kompetisi nasional menjadi bagian penting untuk mengukur perkembangan seorang rider.
Bintang Pranata Sukma Jadi Contoh Nyata
Bintang Pranata Sukma menjadi salah satu contoh terbaru dari proses tersebut.
Doni menyebut Bintang merupakan rider yang tercatat aktif mengikuti sekolah DRS pada tahun ini.
Kesempatan tampil di Moto4 European Cup kemudian muncul setelah adanya komunikasi dengan pihak AHRT untuk mendapatkan peluang bagi Bintang mengikuti kejuaraan tersebut.
Baca Juga : Rider Skill Academy, Tempat Kenzie Akbar Ditempa di Spanyol! NITI Racing dan DRS35 Turut Andil
Respons positif akhirnya membuka jalan bagi Bintang untuk merasakan atmosfer kompetisi Moto4 European Cup bersama Leopard Junior Team di Misano.

Bagi rider muda Indonesia, pengalaman seperti ini memiliki nilai penting karena memberikan kesempatan untuk merasakan langsung level kompetisi yang berbeda.
Rider Juga Dituntut Berbagi Ilmu
Ada satu hal menarik dari sistem yang disampaikan Doni.
Rider pilihan Niti Racing bukan hanya diharapkan mampu berprestasi di lintasan, tetapi juga tetap memiliki hubungan dengan DRS dan bersedia membagikan pengalaman serta ilmu kepada murid-murid lainnya.
Konsep ini membuat pembinaan tidak berhenti ketika seorang rider mendapatkan kesempatan berlaga di level lebih tinggi.
Pengalaman rider justru diharapkan kembali menjadi pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Dengan demikian, terbentuk sebuah siklus:
Belajar → Berkompetisi → Mendapat Pengalaman → Naik Level → Berbagi Ilmu → Membina Generasi Berikutnya.
Lombok Disiapkan Menjadi Bagian Ekosistem Baru
Program DRS35 dan Niti Racing juga berpotensi berkembang lebih jauh dengan rencana pengembangan fasilitas dan aktivitas pembinaan di Lombok.
Doni menyebut Niti Racing memiliki proyek baru di Lombok, sementara DRS juga membuka cabang di kawasan sirkuit tersebut.
Rencana ini membuka peluang terbentuknya pusat aktivitas pembinaan yang lebih dekat dengan ekosistem motorsport Mandalika.
Baca Juga : DRS35 Academy Disupport Pikoli Oil, Kolaborasi Serius Cetak Rider Go International!
Jika dikembangkan secara konsisten, keberadaan sekolah, fasilitas latihan, kompetisi dan jaringan balap dapat menjadi bagian dari sebuah jalur pembinaan yang lebih terstruktur.
Kesempatan Internasional Dimulai dari Proses
Kisah Bintang Pranata Sukma memperlihatkan satu hal penting: kesempatan menuju Eropa tidak selalu dimulai dari Eropa.
Prosesnya justru dapat dimulai dari sekolah balap, kompetisi junior, pengalaman nasional, pembentukan karakter dan konsistensi seorang rider dalam mengikuti program pembinaan.
Kecepatan tetap menjadi faktor penting. Namun dalam sistem pembinaan seperti yang dijelaskan Doni Ramdhani, kecepatan hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan proses.
Karena untuk menjadi pembalap yang mampu bersaing di level internasional, seorang rider tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus siap, berproses, berkarakter dan mampu berkembang.

