OTOINFO.ID – Bayangkan mengendarai mobil listrik di jalan tol tanpa perlu berhenti untuk mengisi baterai. Kedengarannya seperti adegan film fiksi ilmiah? Honda justru sedang berusaha mewujudkannya.
Pabrikan otomotif asal Jepang tersebut mengembangkan teknologi pengisian daya nirkabel yang memungkinkan kendaraan listrik, termasuk truk berukuran besar, menerima energi ketika sedang melaju.
Teknologi bernama Dynamic Wireless Power Transfer (DWPT) ini dikembangkan Honda R&D bersama Taisei Corporation dan Taisei Rotec Corporation.
Menariknya, Honda tidak sekadar memikirkan pengisian baterai mobil penumpang. Kendaraan komersial berbobot besar justru menjadi salah satu sasaran utama pengembangan.
Honda Siapkan Jalan Tol yang Bisa Mengisi Baterai Mobil Listrik
Mengutip Reuters, 5 Oktober 2026, Honda berencana menguji teknologi pengisian daya nirkabel pada jalan tol di Jepang.
Sistem ini memanfaatkan perangkat penghantar listrik yang ditanam di bawah permukaan jalan.
Ketika kendaraan listrik melintas, energi ditransfer melalui medan magnet menuju perangkat penerima yang dipasang pada kendaraan.
Dengan demikian, baterai berpotensi menerima tambahan energi tanpa kendaraan harus berhenti dan tersambung ke kabel pengisian daya.
Namun, teknologi tersebut hanya bekerja pada kendaraan yang dilengkapi perangkat penerima kompatibel dan melintasi ruas jalan yang memiliki infrastruktur khusus.
Daya Pengisian Ditargetkan 150 kW, Truk 20 Ton Jadi Tantangan
Honda menargetkan pengujian kemampuan transfer daya hingga 150 kW untuk mendukung kendaraan komersial berukuran besar.
Infrastruktur Harus Tahan Beban Kendaraan Berat
Tantangannya bukan hanya memastikan listrik dapat berpindah dari jalan menuju kendaraan.
Perangkat yang tertanam di permukaan jalan juga harus mampu menghadapi lalu lintas kendaraan berat dengan bobot kotor sekitar 20 ton.
Honda bersama mitranya menyiapkan pengujian ketahanan setara satu juta lintasan beban roda, sekaligus mengevaluasi kebocoran medan elektromagnetik.
Artinya, teknologi ini bukan sekadar urusan membuat jalan menjadi pengisi daya raksasa. Faktor keselamatan, kekuatan konstruksi, dan efisiensi energi tetap menjadi pekerjaan rumah.
Uji Coba di Jalan Tol Jepang Dimulai 2027
Honda menargetkan demonstrasi di jalan umum mulai tahun fiskal Jepang 2027, yang dimulai pada 1 April 2027.
Salah satu lokasi pengujiannya adalah Tateyama Expressway di Prefektur Chiba, Jepang, melalui proyek bersama NEXCO East.
Bisa Mengurangi Ketergantungan pada SPKLU?
Jika berhasil diterapkan secara komersial, teknologi DWPT berpotensi mengurangi frekuensi kendaraan listrik berhenti di stasiun pengisian daya.
Bahkan, kebutuhan baterai berkapasitas sangat besar pada kendaraan komersial berpotensi berkurang apabila pasokan energi sepanjang perjalanan tersedia secara memadai.
Tetapi jangan buru-buru menganggap SPKLU bakal pensiun dini.
Pemasangan perangkat listrik di bawah jalan membutuhkan investasi infrastruktur, sistem distribusi energi, serta standar keselamatan yang tidak sederhana.
Honda juga belum mengumumkan jadwal komersialisasi massal maupun biaya penerapan teknologi tersebut.
Indonesia Siap Punya Jalan Tol Pengisi Daya?
Bagi Indonesia, inovasi Honda ini menarik untuk dicermati.
Terlebih, pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional masih berhadapan dengan persoalan pemerataan infrastruktur pengisian daya.
Teknologi jalan pengisi baterai berpotensi menawarkan solusi bagi kendaraan logistik yang menempuh perjalanan rutin.
Namun, penerapannya harus mempertimbangkan biaya pembangunan, efisiensi transfer energi, pemeliharaan jalan, dan kesiapan jaringan listrik.
Catatan OTOINFO: Honda sedang menawarkan cara baru melihat masa depan kendaraan listrik. Bukan hanya membuat baterai semakin besar, melainkan menghadirkan energi sepanjang perjalanan.
Tetapi teknologi secanggih apa pun tetap harus lolos ujian paling berat: layak secara teknis dan masuk akal secara ekonomi.
Sebab jalan tol yang bisa mengisi baterai memang terdengar futuristis.
Jangan sampai nanti biaya membangun jalannya justru lebih bikin kaget daripada tarif tolnya!
