
Otoinfo – Rextor kembali menyiapkan teknologi baru untuk kebutuhan motor balap. Kali ini bukan sekadar pengembangan quickshifter untuk CDI, tetapi mengarah pada perangkat quickshifter standalone yang nantinya ditargetkan bersifat universal.
Informasi tersebut disampaikan oleh Anton selaku manager tim RXOne Media-tim balap yang memang terkoneksi dengan tim riset Rextor-ketika menjelaskan perangkat yang terlihat dalam sebuah prototype yang sedang mereka kembangkan. Menariknya, prototype tersebut sudah sempat digunakan untuk pengujian menggunakan ECU aRacer dalam kegiatan yang berkaitan dengan Final MotoPrix Mijen akhir pekan kemarin.
Baca Juga : AM Fadly RX One dan Pengalaman Membaca Balapan, Podium Race 2 NS150 MRS 2026

Anton menjelaskan bahwa perangkat tersebut masih berstatus prototype. “Itu prototype kita coba di ECU aRacer, kemarin test di MotoPrix,” jelasnya.
Pengujian tersebut menjadi bagian menarik dari pengembangan karena quickshifter terbaru Rextor memiliki konsep yang berbeda dibanding produk quickshifter mereka sebelumnya.
Bukan Lagi Khusus untuk CDI
Selama ini teknologi quickshifter Rextor sudah dikenal sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi dengan CDI Rextor. Namun, pengembangan terbaru tersebut diarahkan untuk bekerja pada ekosistem ECU.
“Produk baru karena memang belum bikin QS untuk ECU. Dulu kan QS untuk CDI,” ungkap Anton seraya bilang bahwa produk ini sudah diregistrasi ke IMI. Dengan demikian, prototype yang diuji menggunakan ECU aRacer tersebut menjadi langkah baru bagi Rextor untuk membawa teknologi quickshifter mereka ke platform elektronik yang berbeda.
Baca Juga : Tampil Moncer, RXOne Media Borong Podium di AHDC 2026 Purwokerto
Secara prinsip, quickshifter bekerja dengan mendeteksi proses perpindahan gigi melalui sensor pada mekanisme shift rod. Ketika rider melakukan perpindahan gigi, sistem kemudian memberikan interupsi tenaga mesin dalam waktu yang sangat singkat sehingga proses perpindahan gigi dapat berlangsung tanpa perlu menarik tuas kopling.
Kecepatan dan ketepatan proses tersebut menjadi penting dalam balapan karena perpindahan gigi dilakukan ketika motor sedang berakselerasi.
Mengarah ke Quickshifter Standalone Universal
Yang membuat pengembangan ini semakin menarik adalah arah produk yang disampaikan Rextor. “Arahnya nanti quickshifter untuk standalone. Universal,” kata Anton dengan nada optimis.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rextor tidak hanya ingin membuat quickshifter yang bekerja pada satu sistem elektronik tertentu. Pengembangannya diarahkan menjadi perangkat yang lebih mandiri dan memiliki kompatibilitas lebih luas.
Meski demikian, detail mengenai arti universal, daftar ECU yang nantinya kompatibel, mekanisme sensor, sistem wiring, hingga pengaturan quickshifter belum dijelaskan secara rinci.
Karena masih berupa prototype, spesifikasi final dan bentuk produk produksi massal juga masih menunggu pengembangan lebih lanjut.
Dari CDI Menuju Ekosistem ECU
Jika melihat perjalanan teknologinya, pengembangan ini menjadi menarik karena memperlihatkan bagaimana Rextor mulai membawa teknologi quickshifter keluar dari ekosistem CDI mereka.
Sebelumnya:
CDI Rextor → Quickshifter Rextor
Kini mulai diuji:
Quickshifter Rextor → ECU aRacer
Dan ke depan, arahnya:
Quickshifter Standalone → Universal
Apakah nantinya quickshifter ini benar-benar dapat digunakan pada berbagai ECU racing? Seberapa luas kompatibilitasnya? Bagaimana karakter sensor dan pengaturan cut time yang digunakan? Pertanyaan tersebut masih menunggu jawaban dari Rextor.
Yang jelas, prototype quickshifter ini sudah memasuki tahap pengujian di lingkungan balap dan menjadi salah satu proyek baru Rextor yang menarik untuk ditunggu perkembangan berikutnya

