
Otoinfo – Quickshifter standalone Rextor mulai memperlihatkan teknologi yang digunakan. Setelah sebelumnya diuji dengan ECU aRacer di lingkungan MotoPrix, kini detail sensor dan sistem pengaturannya mulai terungkap.
- Quickshifter Rextor Menggunakan Strain Gauge
- Mendukung Reverse atau GP Shifting
- Quickshifter Rextor Bisa Bidirectional
- Standalone dan Tetap Bisa Menggunakan CDI Rextor
- Kill Time Bisa Diatur 10-160 Milidetik
- Bisa Diprogram Menggunakan PC
- Belum Mengikuti RPM dan Gear pada Mode Standalone
- Bagaimana dengan Mesin 1 Silinder dan 4 Silinder?
- Rextor Mulai Membuka Teknologi Quickshifter Baru
Pengembangan quickshifter standalone Rextor ini menjadi menarik karena teknologinya tidak hanya membaca satu arah gaya pada tuas persneling.
Baca Juga : Rextor Siapkan Quickshifter Standalone, Prototype Sudah Diuji di MotoPrix Pakai ECU aRacer

Menurut informasi yang disampaikan Anton, Manager Tim RX One Media, dan dikonfirmasi Onggo dari Omah Mburi, sensor quickshifter tersebut menggunakan teknologi strain gauge yang diintegrasikan menjadi load sensor.
Menariknya, sensor tersebut dapat membaca gaya push dan pull.
Quickshifter Rextor Menggunakan Strain Gauge
Sensor menjadi salah satu bagian penting dalam sistem quickshifter. Komponen ini bertugas membaca gaya ketika rider melakukan perpindahan gigi.
Pada prototype terbaru, Rextor menggunakan strain gauge yang diintegrasikan menjadi load sensor.
Dengan teknologi tersebut, sensor dapat mendeteksi gaya yang diberikan pada mekanisme shift rod. Selain itu, sensor dirancang untuk membaca gaya dari dua arah.
“Push dan pull terbaca semua,” jelas Onggo. Kemampuan tersebut membuat sistem lebih fleksibel untuk berbagai konfigurasi mekanisme perpindahan gigi.
Mendukung Reverse atau GP Shifting
Kemampuan membaca push dan pull juga berkaitan dengan konfigurasi reverse shifting atau GP shifting. Pada konfigurasi tersebut, arah kerja tuas persneling berbeda dibanding pola standar.
Karena sensor quickshifter Rextor dapat membaca kedua arah gaya, konfigurasi reverse shifting dapat diakomodasi. Dengan demikian, pengguna tidak hanya terpaku pada satu konfigurasi shift rod.
Hal ini tentu menarik untuk kebutuhan motor balap yang memiliki konfigurasi berbeda sesuai karakter rider dan kebutuhan lintasan.
Quickshifter Rextor Bisa Bidirectional
Tidak berhenti pada kemampuan membaca push dan pull, sistem ini juga diarahkan untuk bidirectional shifting. Artinya, sensor dapat membaca gaya untuk proses perpindahan gigi ke atas maupun ke bawah.
Dengan kata lain, teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk upshift. Sistem juga dapat mengakomodasi downshift karena kedua arah gaya dapat terbaca oleh sensor.
Namun, detail mengenai strategi kerja downshift pada produk final masih menunggu informasi lebih lanjut dari Rextor.
Standalone dan Tetap Bisa Menggunakan CDI Rextor
Salah satu perbedaan utama produk baru ini adalah konsep standalone. Menurut Anton, quickshifter tersebut dapat bekerja sebagai perangkat standalone. Namun, sistem ini juga tetap dapat digunakan bersama CDI Rextor.
Konsep tersebut membuat penggunaan quickshifter menjadi lebih fleksibel. Sebelumnya, teknologi quickshifter Rextor dikenal dalam ekosistem CDI mereka. Kini, pengembangan baru tersebut diarahkan untuk bekerja sebagai perangkat yang lebih mandiri.
Karena itu, quickshifter standalone Rextor berpotensi digunakan pada konfigurasi elektronik yang lebih beragam.
Kill Time Bisa Diatur 10-160 Milidetik
Selain sensor, bagian menarik lainnya adalah pengaturan waktu kerja quickshifter. Pada prototype ini, kill time dapat dipilih menggunakan hexa switch.
Rentang pengaturannya berada pada:
- Kill time: 10-160 milidetik
- Delay time: 50-200 milidetik
Selain menggunakan hexa switch, sistem juga dapat diprogram menggunakan PC. Bahkan, tabel cut-off dapat diatur sesuai kebutuhan. Dengan pengaturan tersebut, karakter kerja quickshifter dapat disesuaikan dengan kebutuhan setup motor.
Bisa Diprogram Menggunakan PC
Kemampuan pemrograman menjadi bagian penting dari sistem ini. Rextor memberikan opsi pengaturan melalui PC. Dengan demikian, pengguna memiliki ruang untuk menyesuaikan parameter kerja quickshifter.
Namun, pengaturan tersebut tetap harus disesuaikan dengan karakter mesin dan kebutuhan perpindahan gigi. Dalam aplikasi balap, perbedaan kecil pada waktu interupsi tenaga dapat memengaruhi respons motor saat melakukan perpindahan gigi.
Karena itu, kemampuan melakukan pengaturan menjadi salah satu bagian penting dari pengembangan quickshifter standalone Rextor.
Belum Mengikuti RPM dan Gear pada Mode Standalone
Meski memiliki kemampuan pengaturan yang cukup luas, ada satu batasan pada versi standalone. Saat ini, sistem standalone belum dapat mengikuti parameter RPM atau posisi gear.
Menurut informasi dari pihak yang terlibat dalam project, kemampuan tersebut dapat dikembangkan pada versi yang terintegrasi dengan ECU. Dengan integrasi ECU, sistem quickshifter dapat memperoleh informasi tambahan dari sistem elektronik mesin.
Karena itu, karakter kerja quickshifter nantinya berpotensi dibuat lebih spesifik berdasarkan kondisi mesin.
Bagaimana dengan Mesin 1 Silinder dan 4 Silinder?
Pertanyaan lain adalah apakah diperlukan perbedaan sistem untuk mesin dengan jumlah silinder berbeda.
Menurut informasi yang diberikan, konsep setting dasarnya sama. Baik mesin satu silinder, dua silinder maupun empat silinder dapat menggunakan konsep sensor yang sama.
Namun, dalam penerapannya, parameter quickshifter tetap dapat disesuaikan melalui pengaturan yang tersedia. Dengan demikian, karakter mesin tetap dapat menjadi pertimbangan saat melakukan setup.
Rextor Mulai Membuka Teknologi Quickshifter Baru
Jika melihat perkembangan sebelumnya, quickshifter standalone Rextor menjadi langkah baru dalam pengembangan teknologi racing mereka.
Sebelumnya, quickshifter Rextor lebih dikenal dalam ekosistem CDI. Kemudian, prototype terbaru mulai diuji menggunakan ECU aRacer dalam lingkungan MotoPrix.
Kini, informasi mengenai sensor dan sistem pengaturannya juga mulai terbuka. Rangkaian pengembangannya dapat digambarkan sebagai berikut:
CDI Rextor → Quickshifter Rextor → ECU aRacer → Standalone → Arah Universal
Namun, produk tersebut masih dalam tahap pengembangan. Karena itu, spesifikasi final, harga, serta daftar ECU yang nantinya kompatibel masih menunggu konfirmasi resmi berikutnya dari Rextor.
Yang jelas, penggunaan strain gauge sebagai load sensor, kemampuan membaca push-pull, bidirectional shifting, serta pengaturan kill time dan delay time membuat pengembangan quickshifter ini menarik untuk terus diikuti.

