Otoinfo – Honda Vario adalah salah satu skuter matik (skutik) yang paling populer di Indonesia. Dengan desain yang modern, fitur yang lengkap, dan performa yang tangguh, Vario mampu menarik banyak penggemar. Namun, ada sebagian orang yang tidak puas dengan tenaga standar Vario, dan ingin membuatnya lebih buas. Salah satunya adalah pemilik Honda Vario 150 yang berhasil meningkatkan kapasitas mesinnya menjadi 200cc!
Bagaimana Cara Membuat Vario 200cc?
Untuk membuat Vario 200cc, tentu saja tidak cukup hanya dengan mengganti piston saja. Ada banyak ubahan yang harus dilakukan, baik di bagian mesin maupun di bagian lainnya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk membuat Vario 200cc:
Bore Up dan Stroke Up
Langkah pertama adalah melakukan bore up dan stroke up. Bore up adalah proses memperbesar diameter silinder, sedangkan stroke up adalah proses memperpanjang langkah piston.
Kedua proses ini bertujuan untuk meningkatkan volume ruang bakar, sehingga dapat menampung lebih banyak campuran bahan bakar dan udara.
Untuk Vario 150, piston yang digunakan adalah piston 66 mm, yang biasanya digunakan untuk motor balap. Dengan piston ini, diameter silinder menjadi 66 mm, sedangkan stroke tetap 57,9 mm. Dengan demikian, kapasitas mesin menjadi 197,9 cc, atau bisa dibulatkan menjadi 200 cc.
Namun, untuk memasang piston 66 mm, tidak cukup hanya dengan mengebor silinder saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:
- Menggeser lubang saluran air pendingin di silinder, agar sesuai dengan posisi piston baru.
- Menggeser lubang saluran air pendingin di kepala silinder, agar sesuai dengan posisi piston baru.
- Memperbesar lubang klep di kepala silinder, agar sesuai dengan ukuran piston baru.
- Mengganti klep dengan ukuran yang lebih besar, yaitu 34 mm untuk klep masuk dan 28 mm untuk klep keluar.
- Mengganti per klep dengan yang lebih kuat, agar dapat menahan tekanan yang lebih besar.
Porting dan Polishing
Langkah kedua adalah melakukan porting dan polishing. Porting adalah proses memperbesar dan memperhalus saluran masuk dan keluar di kepala silinder, agar aliran udara dan gas buang menjadi lebih lancar.
Polishing adalah proses mengkilapkan permukaan dalam saluran, agar mengurangi gesekan dan hambatan aliran.
Porting dan polishing bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, sehingga dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Namun, proses ini harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak struktur dan fungsi saluran. Jika terlalu besar atau terlalu halus, saluran bisa kehilangan turbulensi yang diperlukan untuk mencampur bahan bakar dan udara secara merata.
Pengapian dan Injeksi
Langkah ketiga adalah mengatur ulang sistem pengapian dan injeksi. Pengapian adalah proses menghasilkan percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar. Injeksi adalah proses menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar melalui injector.
Untuk Vario 200cc, sistem pengapian dan injeksi harus disesuaikan dengan karakteristik mesin baru. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut ECU (Electronic Control Unit), yang merupakan otak dari sistem pengapian dan injeksi. ECU dapat diprogram ulang untuk mengubah parameter seperti:
- Timing pengapian, yaitu waktu yang tepat untuk menghasilkan percikan api.
- Durasi pengapian, yaitu lamanya percikan api berlangsung.
- Sudut pengapian, yaitu sudut yang dibentuk oleh percikan api terhadap piston.
- Tekanan bahan bakar, yaitu tekanan yang diberikan oleh pompa bahan bakar ke injector.
- Durasi injeksi, yaitu lamanya injector menyemprotkan bahan bakar.
- Sudut injeksi, yaitu sudut yang dibentuk oleh semprotan bahan bakar terhadap piston.
Dengan mengatur ulang ECU, mesin dapat mendapatkan suplai bahan bakar dan udara yang optimal, sehingga dapat menghasilkan tenaga yang maksimal.
Knalpot dan Filter Udara
Langkah keempat adalah mengganti knalpot dan filter udara. Knalpot adalah komponen yang berfungsi untuk mengeluarkan gas buang dari mesin, sedangkan filter udara adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke mesin.
Kedua komponen ini berpengaruh terhadap performa mesin, karena menentukan aliran udara dan gas buang.
Untuk Vario 200cc, knalpot dan filter udara yang digunakan adalah yang khusus untuk mesin bore up. Knalpot yang digunakan adalah knalpot racing, yang memiliki diameter dan panjang yang lebih besar, serta bentuk yang lebih lurus.
Filter udara yang digunakan adalah filter udara racing, yang memiliki pori-pori yang lebih besar dan lebih banyak.
Dengan mengganti knalpot dan filter udara, mesin dapat bernapas lebih lega, karena aliran udara dan gas buang menjadi lebih lancar. Hal ini dapat meningkatkan tenaga dan torsi mesin, serta mengurangi suhu mesin.
Berapa Tenaga dan Torsi Vario 200cc?
Setelah melakukan semua ubahan di atas, tentu saja kita penasaran berapa tenaga dan torsi yang dihasilkan oleh Vario 200cc. Untuk mengetahuinya, kita harus melakukan pengujian di alat yang disebut dyno (dynamometer), yang dapat mengukur tenaga dan torsi mesin secara akurat.
Salah satu pemilik Vario 200cc yang pernah melakukan pengujian dyno adalah Erwin Oei, yang juga dikenal sebagai Akiang.
Akiang adalah seorang mekanik yang memiliki bengkel bernama R59 Racing, yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika No. 32D, Ciputat, Tangerang Selatan.
Hasil pengujian dyno yang dilakukan oleh Akiang menunjukkan bahwa Vario 200cc miliknya mampu menghasilkan tenaga sebesar 19,27 dk pada 9.000 rpm, dan torsi sebesar 14,8 Nm pada 7.500 rpm.
Angka-angka ini jauh lebih besar daripada tenaga dan torsi standar Vario 150, yang hanya sebesar 13,1 dk pada 8.500 rpm, dan 13,4 Nm pada 5.000 rpm.
Dengan tenaga dan torsi yang begitu besar, Vario 200cc tentu saja memiliki performa yang sangat mengesankan.
Akiang mengklaim bahwa Vario 200cc miliknya mampu mencapai kecepatan maksimum sebesar 160 km/jam, dan akselerasi 0-100 km/jam sebesar 7 detik. Angka-angka ini tentu saja membuat Vario 200cc menjadi salah satu skutik tercepat di Indonesia.
Apa Kelebihan dan Kekurangan Vario 200cc?
Vario 200cc tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui oleh calon pembuatnya. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari Vario 200cc:
Kelebihan
- Performa yang sangat tinggi, baik dalam hal kecepatan, akselerasi, maupun handling.
- Sensasi berkendara yang sangat menyenangkan, karena dapat merasakan tarikan mesin yang kuat dan responsif.
- Tampilan yang lebih sporty dan menarik, karena menggunakan komponen-komponen racing yang berkualitas.
- Prestise yang lebih tinggi, karena memiliki skutik yang langka dan unik.
Kekurangan
- Biaya yang sangat mahal, baik untuk membeli komponen-komponen bore up, maupun untuk melakukan perawatan dan perbaikan.
- Resiko yang sangat tinggi, baik untuk mesin, maupun untuk pengendara. Mesin bore up lebih rentan mengalami kerusakan, karena bekerja di luar batas kemampuannya. Pengendara bore up juga lebih rentan mengalami kecelakaan, karena harus mengendalikan skutik yang sangat cepat dan bertenaga.
- Konsumsi bahan bakar yang lebih boros, karena mesin bore up membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak dan berkualitas tinggi.
- Garansi yang hilang, karena mesin bore up dianggap sebagai modifikasi ilegal oleh pabrikan dan dealer resmi.
Vario 200cc adalah hasil dari modifikasi mesin Vario 150 yang dilakukan dengan cara bore up, stroke up, porting, polishing, pengapian, injeksi, knalpot, dan filter udara.
Modifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, tenaga, dan torsi mesin, sehingga dapat mencapai performa yang sangat tinggi. Namun, modifikasi ini juga memiliki biaya, resiko, konsumsi bahan bakar, dan garansi yang sangat tinggi.
Vario 200cc adalah skutik yang cocok untuk Anda yang menyukai tantangan, sensasi, dan prestise. Namun, Anda juga harus siap untuk mengeluarkan uang yang banyak, merawat mesin yang rawan, dan mengendalikan skutik yang berbahaya.
Jika Anda tertarik untuk membuat Vario 200cc, Anda bisa menghubungi Akiang di R59 Racing, atau mekanik lain yang ahli di bidang bore up. Otoinfo

