Otoinfo.id – Honda tengah mengembangkan teknologi pengisian daya mobil listrik tanpa kabel yang memungkinkan baterai kendaraan terisi ketika mobil sedang melaju. Inovasi ini berpotensi mengubah cara pengguna kendaraan listrik mengisi daya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap stasiun pengisian daya konvensional.
Teknologi tersebut dikembangkan Honda bersama Taisei Group melalui sistem Wireless Power Transfer Road System (WPT Road System). Sistem ini memanfaatkan perangkat khusus yang tertanam di jalan untuk menyalurkan energi listrik ke kendaraan tanpa memerlukan kabel pengisi daya yang terhubung langsung ke mobil.
Di tengah perkembangan teknologi pengisian cepat, pendekatan Honda terbilang menarik. Jika sejumlah produsen berlomba mempercepat pengisian baterai saat kendaraan berhenti, Honda justru mengembangkan solusi agar mobil listrik bisa menerima daya ketika sedang digunakan.
Honda Kembangkan Jalan yang Bisa Mengisi Daya Mobil Listrik
Teknologi pengisian daya nirkabel yang dikembangkan Honda bersama Taisei Group dirancang agar kendaraan listrik dapat menerima energi melalui perangkat pemancar yang dipasang di permukaan jalan.
Sistem ini menggunakan perangkat penerima dan pemancar dengan kepadatan daya tinggi yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Sementara itu, peralatan pengisian daya dari Taisei Group ditanam di jalan dan memperoleh pasokan listrik dari unit kelistrikan di sekitarnya.
Melalui sistem tersebut, energi listrik dapat disalurkan dari infrastruktur jalan menuju kendaraan tanpa menggunakan kabel pengisi daya konvensional.
Konsep ini berpotensi memberikan kemudahan bagi pengguna mobil listrik, terutama ketika kendaraan menempuh perjalanan jauh atau digunakan secara intensif untuk kegiatan operasional.
Bagaimana Cara Kerja Wireless Power Transfer Road System?
Secara sederhana, sistem pengisian daya nirkabel ini bekerja melalui tiga komponen utama.
- Perangkat pemancar di jalan: Infrastruktur khusus ditanam di jalan untuk menyalurkan energi listrik.
- Perangkat penerima di kendaraan: Unit yang dipasang di bagian bawah mobil menerima energi dari perangkat pemancar.
- Sistem kelistrikan: Pasokan listrik dialirkan melalui perangkat pendukung yang terhubung dengan infrastruktur pengisian daya.
Ketika kendaraan melintasi jalur yang dilengkapi teknologi tersebut, sistem dirancang untuk menyalurkan energi ke baterai mobil listrik. Dengan begitu, kendaraan berpotensi memperoleh tambahan daya tanpa harus selalu berhenti di stasiun pengisian.
Meski demikian, besaran daya yang dapat diterima kendaraan, efisiensi penyaluran energi, serta kondisi operasional idealnya masih perlu dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut.
Berbeda dari Teknologi Pengisian Cepat BYD
Pengembangan Honda hadir ketika teknologi pengisian daya mobil listrik berkembang semakin pesat. Salah satu contohnya adalah sistem Flash Charging milik BYD yang dilaporkan mampu menyalurkan daya hingga 1.500 kW.
Teknologi tersebut diklaim dapat mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit pada sistem dan kondisi yang sesuai.
Namun, pendekatan Honda berbeda. Pengisian cepat konvensional membutuhkan kendaraan berhenti dan terhubung dengan fasilitas pengisian daya. Sebaliknya, teknologi jalan nirkabel Honda ditujukan untuk menyalurkan energi saat kendaraan bergerak.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masa depan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kecepatan pengisian baterai, tetapi juga pada kemudahan akses energi selama perjalanan.
Honda Bukan Satu-satunya Pengembang Teknologi Ini
Gagasan jalan yang mampu mengisi daya kendaraan listrik bukanlah hal baru. Sejumlah perusahaan dan produsen otomotif sebelumnya juga telah mengeksplorasi teknologi serupa.
Stellantis memperkenalkan konsep jalan pengisian daya nirkabel pada 2021. Selanjutnya, perusahaan rintisan asal Israel memperkenalkan pengembangan jalan yang dapat menyalurkan energi ke kendaraan pada 2023. Hyundai juga diketahui mengembangkan teknologi pengisian daya nirkabel untuk kendaraan listrik.
Keterlibatan Honda dalam pengembangan teknologi ini tetap menjadi langkah penting. Sebagai produsen otomotif besar, Honda berpotensi membantu mendorong pengujian, penyempurnaan teknologi, dan pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan untuk penerapan lebih luas.
Meski begitu, penggunaan secara komersial masih bergantung pada hasil pengujian, kebutuhan investasi, efisiensi energi, serta kesiapan infrastruktur jalan.
Honda Mulai Uji Coba, Kendaraan Komersial Jadi Prioritas
Honda telah memulai pengujian praktis terhadap sistem pengisian daya nirkabel tersebut. Pada tahap awal, perusahaan berfokus pada kendaraan komersial sebelum teknologi ini dikembangkan untuk penggunaan yang lebih luas.
Pada akhir 2026, Honda dan Taisei Group berencana mulai membangun jalur baru untuk menguji kekuatan serta ketahanan permukaannya. Setelah itu, kendaraan komersial berukuran besar akan menggunakan jalur tersebut dalam rangkaian pengujian.
Sistemnya direncanakan ditingkatkan agar mampu menyalurkan daya hingga 150 kW. Namun, angka tersebut merupakan target pengembangan, bukan bukti bahwa seluruh pengujian telah selesai atau teknologi sudah tersedia untuk umum.
Setelah pengujian di jalan tertutup selesai, Honda berencana memulai pengujian di jalan umum di Jepang pada 2027.
Apakah Teknologi Ini Bisa Menggantikan SPKLU?
Untuk saat ini, teknologi pengisian daya nirkabel Honda belum ditujukan untuk sepenuhnya menggantikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) maupun pengisian daya di rumah.
Honda menilai penyaluran energi ketika kendaraan bergerak lebih berpotensi mengurangi frekuensi pengisian daya konvensional. Artinya, pengemudi tetap mungkin perlu mengisi baterai melalui fasilitas yang tersedia, tetapi kebutuhan tersebut berpotensi menjadi lebih jarang.
Penerapannya juga membutuhkan infrastruktur khusus di jalan, sehingga tidak semua ruas jalan bisa langsung digunakan untuk mengisi daya mobil listrik.
Jika teknologi ini berhasil dikembangkan secara efisien dan ekonomis, jalan pengisian daya nirkabel dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung operasional kendaraan komersial dan memperluas penggunaan kendaraan listrik.
Mendukung Target Netralitas Karbon 2050
Honda menyatakan komitmennya untuk mewujudkan netralitas karbon pada 2050 sekaligus menghadirkan kemudahan mobilitas bagi masyarakat di berbagai negara.
Pengembangan teknologi pengisian daya tanpa kabel menjadi salah satu pendekatan yang berpotensi mendukung tujuan tersebut. Selain memberikan alternatif pengisian energi, sistem ini dapat membantu meningkatkan kepraktisan penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari.
Meski masih berada dalam tahap pengujian, inovasi Honda bersama Taisei Group layak dinantikan. Keberhasilan teknologi ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyalurkan listrik saat mobil berjalan, tetapi juga oleh efisiensi energi, daya tahan infrastruktur, keselamatan, dan biaya penerapannya.
Jika seluruh tantangan tersebut dapat diatasi, bukan tidak mungkin jalan yang mampu mengisi daya mobil listrik akan menjadi bagian dari infrastruktur transportasi masa depan.

