Otoinfo.id – Paket upgrade Mercedes-AMG Petronas Formula 1 untuk musim 2026 menjadi sorotan setelah pembaruan yang diperkenalkan di Sepang, Malaysia, tidak langsung memberikan peningkatan performa sesuai harapan. Mercedes bahkan harus melakukan evaluasi mendalam untuk memahami karakter mobil W17 setelah mengalami kesulitan dalam menemukan setelan yang tepat.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah upgrade Mercedes benar-benar membuat mobil lebih lambat, atau tim hanya belum berhasil memaksimalkan potensi komponen baru?
Upgrade Mercedes F1 2026 Belum Langsung Berbuah Manis
Mercedes memperkenalkan pembaruan besar pada W17 di Grand Prix Bahrain di Malaysia pada awal Oktober 2026. Salah satu bagian utama yang mendapat perhatian adalah lantai mobil atau floor, disertai revisi pada bagian floorboard dan area belakang sidepod.
Baca juga; Nico Hülkenberg Tampil Impresif di GP Singapura 2026, Audi Punya Modal Kuat untuk Seri Berikutnya
Pembaruan tersebut dirancang untuk meningkatkan beban aerodinamika atau downforce, terutama ketika mobil melibas tikungan berkecepatan tinggi dan menengah.
Namun, hasil di lintasan tidak sepenuhnya sesuai ekspektasi. Pada akhir pekan balapan di Sepang, Mercedes menghadapi persoalan keseimbangan mobil, performa di lintasan lurus, serta pengelolaan ban.
Kondisi aspal yang kasar dan temperatur tinggi turut menyulitkan evaluasi. Mercedes pun belum bisa memastikan apakah seluruh kendala berasal dari paket upgrade atau dipengaruhi karakter sirkuit.
Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa pembaruan tersebut belum memberikan hasil seperti yang diharapkan. Meski demikian, tim tetap melihat adanya potensi yang perlu digali lebih jauh.
Mengapa Performa Mercedes Sempat Menurun?
1. Setelan Mobil W17 Lebih Sensitif
Salah satu tantangan terbesar Mercedes adalah menemukan jendela setelan atau setup window yang tepat. Paket aerodinamika baru dapat mengubah cara mobil merespons perubahan setelan suspensi, keseimbangan, dan kondisi ban.
Kimi Antonelli mengungkapkan bahwa mobilnya mulai terasa lebih baik setelah tim melakukan perubahan setelan secara signifikan di Singapura. Namun, karakter W17 masih sensitif terhadap perubahan kecil saat pembalap berusaha meningkatkan kecepatan.
Baca juga;Â Masa Depan Liam Lawson di Racing Bulls Jadi Sorotan, Bertahan di F1 2027 atau Tersingkir?
Artinya, penambahan potensi aerodinamika tidak otomatis membuat mobil lebih cepat di semua kondisi. Tim harus memahami bagaimana komponen baru bekerja bersama keseluruhan paket mobil.
2. Mercedes Membandingkan Dua Spesifikasi Mobil
Untuk memperoleh data yang lebih jelas, Mercedes mengambil langkah dengan menjalankan dua spesifikasi W17 berbeda pada GP Singapura.
Antonelli tetap menggunakan mobil dengan paket upgrade terbaru, sedangkan George Russell kembali ke spesifikasi sebelumnya yang digunakan di Azerbaijan.
Strategi tersebut memungkinkan tim membandingkan perilaku kedua mobil di sirkuit yang sama. Hasilnya diharapkan membantu para insinyur mengetahui apakah kendala yang muncul di Malaysia memang berkaitan dengan pembaruan aerodinamika atau faktor lain.
Meski harus mengorbankan keseragaman spesifikasi kedua pembalap, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi teknis Mercedes.
Bagaimana Dampaknya terhadap Persaingan dengan Red Bull?
Kesulitan Mercedes membuka peluang bagi rival untuk memberikan tekanan lebih besar. Red Bull menunjukkan peningkatan performa melalui Max Verstappen, yang merebut pole position di Sepang dan memperlihatkan bahwa persaingan di barisan depan semakin ketat.
Mercedes tetap memiliki modal kuat melalui performa keseluruhan W17. Namun, ketika paket upgrade belum bekerja secara konsisten, keuntungan yang sebelumnya dimiliki tim bisa berkurang pada sirkuit tertentu.
Tantangannya bukan sekadar membuat mobil menghasilkan downforce lebih besar, melainkan memastikan peningkatan tersebut tidak mengorbankan performa di lintasan lurus maupun kestabilan saat melewati tikungan lambat.
Karena itu, hasil evaluasi di Singapura menjadi penting bagi Mercedes untuk menentukan arah pengembangan berikutnya.
Upgrade Mercedes Belum Bisa Disebut Gagal
Performa yang menurun pada satu akhir pekan balapan tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh paket upgrade merupakan sebuah kegagalan. Dalam pengembangan mobil Formula 1, komponen baru harus diuji bersama berbagai kombinasi setelan dan kondisi lintasan.
Mercedes mulai menemukan petunjuk positif di Singapura setelah Antonelli meraih podium. Tim menilai masih ada potensi dari paket terbaru yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Tahap berikutnya adalah mengonfirmasi temuan tersebut pada GP Amerika Serikat di Austin. Dengan sesi latihan yang lebih lengkap dibandingkan akhir pekan berformat sprint, Mercedes memiliki kesempatan lebih baik untuk menguji berbagai pendekatan setelan.
Evaluasi upgrade Mercedes F1 2026 memperlihatkan bahwa pembaruan teknis tidak selalu langsung menghasilkan peningkatan waktu putaran. Paket terbaru W17 memang sempat menimbulkan masalah keseimbangan dan membuat tim kesulitan menemukan setelan ideal.
Namun, tanda-tanda perbaikan di Singapura menunjukkan bahwa Mercedes masih berusaha membuka potensi dari pembaruan tersebut. Persaingan dengan Red Bull pun akan bergantung pada seberapa cepat tim asal Jerman itu mengubah data pengujian menjadi performa yang konsisten di lintasan.


