Otoinfo.id – Kebangkitan Max Verstappen bersama Red Bull Racing mulai menjadi perhatian di ajang Formula 1 (F1) 2026. Setelah melewati periode sulit pada awal musim, pembalap asal Belanda tersebut kini kembali menunjukkan performa kompetitif dan berhasil meraih dua kemenangan Grand Prix secara beruntun.
Kemenangan di GP Bahrain di Malaysia dan GP Singapura menjadi sinyal bahwa Red Bull mulai menemukan performa terbaiknya. Situasi ini membuat Mercedes harus lebih waspada, terutama setelah tim berjuluk Silver Arrows tersebut mendominasi persaingan sepanjang sebagian besar musim 2026.
Max Verstappen Bangkit, Red Bull Kembali Kompetitif
Perubahan performa Red Bull terlihat setelah tim membawa pembaruan teknis yang diperkenalkan di GP Azerbaijan. Paket pengembangan tersebut membantu meningkatkan daya saing mobil, sehingga Verstappen mampu kembali bersaing di barisan depan.
Baca juga;Â Masa Depan Liam Lawson di Racing Bulls Jadi Sorotan, Bertahan di F1 2027 atau Tersingkir?
Hasilnya mulai terlihat di GP Bahrain di Malaysia pada 4 Oktober 2026. Verstappen berhasil mengamankan kemenangan setelah mengatasi kondisi lintasan yang berubah dan persaingan ketat dengan Kimi Antonelli dari Mercedes.
Sepekan kemudian, Verstappen kembali naik podium tertinggi di GP Singapura. Ia memulai balapan dari pole position dan mampu mempertahankan keunggulan hingga finis, mengungguli Charles Leclerc dan Antonelli.
Performa Mobil Red Bull Jadi Kunci
Kebangkitan Verstappen tidak lepas dari peningkatan performa mobil Red Bull. Pembaruan teknis yang diterapkan tim mulai memberikan hasil positif, sementara kemampuan Verstappen dalam mengelola ban, menjaga konsistensi, dan menentukan ritme balapan menjadi faktor penting.
Kombinasi tersebut membuat Red Bull kembali menjadi ancaman serius bagi para rivalnya. Jika tren positif ini berlanjut, persaingan di sisa musim 2026 berpotensi semakin menarik.
Mercedes Mulai Waspada terhadap Ancaman Red Bull
Kemenangan beruntun Verstappen mendapat perhatian khusus dari prinsipal Mercedes, Toto Wolff. Ia mengakui perkembangan Red Bull dan menilai tim tersebut telah berhasil menyatukan berbagai aspek performa mobil menjadi paket yang kompetitif.
Wolff juga menyoroti kemampuan Verstappen dalam memaksimalkan mobil ketika karakteristiknya sesuai dengan gaya mengemudinya. Menurutnya, kombinasi pembalap dan mobil yang tepat dapat membuat Red Bull menjadi lawan yang sangat kuat.
Baca juga;Â Upgrade Mercedes F1 2026 Jadi Sorotan, Mobil W17 Sempat Kehilangan Performa?
Di sisi lain, Mercedes masih berupaya menemukan potensi maksimal dari paket pembaruan mobil mereka. Saat GP Singapura, tim bahkan menggunakan dua spesifikasi mobil berbeda untuk membandingkan performa dan mempercepat proses evaluasi teknis.
Mercedes Masih Unggul, tetapi Red Bull Mengancam
Meski Verstappen sedang berada dalam momentum positif, Mercedes belum kehilangan keunggulannya secara keseluruhan. Kimi Antonelli masih memimpin klasemen pembalap dan berhasil finis ketiga di GP Singapura.
Artinya, kebangkitan Red Bull belum otomatis mengubah peta persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini. Namun, performa Verstappen dalam dua Grand Prix terakhir menjadi peringatan bahwa Mercedes tidak bisa mengabaikan perkembangan rivalnya.
Menatap GP Amerika Serikat, Mampukah Verstappen Melanjutkan Momentum?
Setelah GP Singapura, perhatian Formula 1 akan beralih ke GP Amerika Serikat di Austin pada 23–25 Oktober 2026.
Seri tersebut akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Red Bull untuk membuktikan bahwa peningkatan performa mereka bukan sekadar hasil dari karakteristik sirkuit tertentu. Mercedes juga memiliki kesempatan untuk mengevaluasi pembaruan mobil dan mencari setelan yang lebih kompetitif.
Bagi Verstappen, menjaga konsistensi akan menjadi tantangan utama. Sementara itu, Mercedes harus memastikan bahwa pengembangan mobil mereka mampu menjawab ancaman Red Bull yang semakin nyata.
Kebangkitan Max Verstappen menjadi salah satu perkembangan menarik dalam F1 2026. Dua kemenangan Grand Prix beruntun bersama Red Bull menunjukkan bahwa tim tersebut mulai menemukan arah pengembangan yang tepat setelah menghadapi awal musim yang sulit.
Mercedes masih memiliki keunggulan dalam perebutan gelar, tetapi perkembangan Red Bull membuat persaingan semakin terbuka untuk seri-seri berikutnya. Kini, menarik untuk melihat apakah Verstappen mampu melanjutkan tren positifnya di Austin dan memberikan tekanan lebih besar kepada Mercedes.


