Otoinfo.id – Pedro Acosta membuktikan daya saing KTM setelah menyelesaikan MotoGP Mandalika di posisi kelima. Pembalap asal Spanyol tersebut menjadi rider KTM terbaik pada balapan yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, 11 Oktober 2026.
Hasil itu menjadi sinyal positif bagi KTM menjelang MotoGP Australia 2026. Namun, untuk kembali menembus lima besar atau bahkan merebut podium, Acosta masih perlu mengatasi sejumlah tantangan, terutama dalam menjaga performa ban, menentukan setelan motor, dan mempertahankan kecepatan sepanjang balapan.
Pedro Acosta Jadi Andalan KTM di MotoGP Mandalika
Acosta mengawali balapan Mandalika dari posisi kesembilan. Ia kemudian mampu memperbaiki posisinya hingga masuk dalam persaingan lima besar dan finis di urutan kelima.
Baca juga;Â Lima Seri Terakhir MotoGP 2026, Kesalahan Kecil Bisa Mengubah Nasib Tim dan Pembalap
Pencapaian tersebut menjadikannya pembalap KTM dengan hasil terbaik di Mandalika. Enea Bastianini menyelesaikan balapan di posisi ke-10, disusul Brad Binder di urutan ke-11, sedangkan Maverick Viñales finis ke-17.
Konsistensi Acosta Jadi Modal Penting
Finis kelima di Mandalika merupakan salah satu hasil penting Acosta pada musim 2026. Ia juga telah mengoleksi sepuluh hasil lima besar hingga seri Indonesia tersebut.
Meski demikian, Acosta mengakui masih menghadapi kendala tekanan ban depan. Situasi itu membuatnya kehilangan waktu ketika bertarung dengan sejumlah pembalap, sehingga peluang untuk menembus empat besar tidak berhasil dimaksimalkan.
Bagi KTM, catatan tersebut menjadi bahan evaluasi penting. Kecepatan motor memang diperlukan, tetapi kemampuan menjaga performa ban dan konsistensi selama balapan juga menentukan hasil akhir.
Tantangan KTM di MotoGP Australia 2026
MotoGP Australia akan berlangsung di Sirkuit Phillip Island pada 23–25 Oktober 2026. Berbeda dari Mandalika, sirkuit di pesisir Victoria tersebut dikenal memiliki tikungan cepat, karakter lintasan mengalir, serta kondisi angin dan cuaca yang sulit diprediksi.
Baca juga;Â MotoGP Tinggalkan Phillip Island, Bagaimana Nasib Wisata dan Bisnis Lokal?
Karakter tersebut berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi KTM RC16. Acosta dan tim perlu menemukan keseimbangan antara stabilitas motor, kecepatan saat menikung, serta daya cengkeram ban.
Karakter Phillip Island Bisa Menguntungkan Acosta?
Phillip Island menuntut pembalap menjaga momentum di tikungan cepat. Kemampuan mengubah arah dengan presisi dan mempertahankan kecepatan menjadi faktor penting untuk mencatat waktu kompetitif.
Acosta memiliki modal positif dari performanya di Mandalika. Namun, hasil di Indonesia belum cukup untuk memastikan KTM akan kompetitif di Australia. Perbedaan suhu, kondisi angin, dan karakter aspal dapat mengubah kebutuhan setelan motor.
Karena itu, sesi latihan Jumat, 23 Oktober, akan menjadi kesempatan pertama untuk menilai potensi KTM secara langsung. Catatan waktu, selisih dengan pembalap tercepat, serta konsistensi dalam beberapa putaran akan menjadi indikator yang layak diperhatikan.
Perkembangan KTM Masih Perlu Dibuktikan
Keberhasilan Acosta finis kelima di Mandalika memperlihatkan bahwa KTM masih memiliki potensi untuk bersaing dengan pabrikan lain. Akan tetapi, hasil tersebut juga menunjukkan adanya ruang perbaikan, khususnya dalam mengelola ban dan mempertahankan kecepatan ketika berada di tengah persaingan ketat.
Apabila KTM mampu menemukan setelan yang tepat di Phillip Island, peluang Acosta untuk kembali bersaing di lima besar terbuka. Podium juga bukan hal yang mustahil, meskipun persaingan dengan Aprilia, Ducati, dan pembalap papan atas lainnya diperkirakan tetap ketat.
MotoGP Australia 2026 akan menjadi ujian penting bagi perkembangan KTM. Apakah Pedro Acosta mampu mengulangi performa positifnya di Mandalika? Jawabannya akan mulai terlihat dari hasil latihan dan kualifikasi sebelum balapan utama berlangsung.


