
Otoinfo – Ovi Sofian, pembalap Yamaha BRM, memilih kombinasi final gir 14-50 pada Yamaha WR155 miliknya saat tampil di Yamaha Enduro Challenge (YEC) Seri 2, yang berlangsung di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).
Pilihan rasio final gir ini menarik untuk dianalisis, mengingat karakter trek enduro membutuhkan perpaduan antara akselerasi, traksi, dan kemampuan mempertahankan momentum.
Kombinasi gir depan 14 mata dan gir belakang 50 mata menghasilkan rasio final sebesar 3,57:1. Artinya, secara teori, gir belakang berputar sekitar 3,57 kali untuk setiap satu putaran gir depan.

Rasio tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi karakter akselerasi dan kecepatan motor. Semakin besar rasio final, semakin besar pula penggandaan torsi pada roda belakang, tetapi kecepatan roda pada putaran mesin yang sama menjadi lebih rendah.
Sebaliknya, rasio yang lebih kecil cenderung memberikan kecepatan roda lebih tinggi pada rpm yang sama, dengan konsekuensi penggandaan torsi yang lebih rendah.
Menyesuaikan Karakter Trek Enduro
Pemilihan final gir 14-50 pada Yamaha WR155 Ovi Sofian dapat menjadi pilihan kompromi untuk menghadapi variasi lintasan. Trek enduro umumnya menghadirkan kombinasi jalur teknis, tikungan, serta bagian yang memungkinkan pembalap memacu motor lebih kencang.
Pilihan Ovi Sofian menggunakan gir 14-50 menjadi salah satu contoh penyesuaian rasio transmisi akhir untuk kebutuhan kompetisi. Data waktu putaran dan perbandingan dengan kombinasi gir sebelumnya akan membantu mengukur seberapa efektif konfigurasi tersebut di Sirkuit Lapangan Graha Tirta.

