Otoinfo.id-Kesuksesan Alfi Husni kembali merebut predikat Juara Asia kelas UB150 pada Asia Road Racing Championship (ARRC) musim ini ternyata tidak hanya mendapat perhatian dari komunitas balap, tim maupun penggemarnya.

Ada sosok menarik yang ikut memberikan apresiasi. Namanya Om Adil, owner PT VP International Logistics Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi, logistik dan pengurusan transportasi atau freight forwarding.
Menariknya, Om Adil bukan pembalap. Ia juga tidak memiliki latar belakang sebagai pemilik tim balap. Namun, dalam tiga hingga empat tahun terakhir, pria tulen wong ngapak Banyumas ini justru dikenal semakin serius mengikuti perkembangan balap motor nasional.
Om Adil, Pemerhati Balap yang Tak Sekadar Menonton
Bagi Om Adil, balap motor bukan sekadar tontonan akhir pekan. Ia memperhatikan cukup banyak aspek di dalamnya, mulai dari event, tim, mekanik, promotor, sponsor hingga pembalap yang memiliki prestasi spesial.
Dari Balap Nasional hingga Panggung Asia
Perhatiannya pun tidak berhenti pada kompetisi nasional. Ajang balap level Asia seperti ARRC turut menjadi bagian dari pantauannya.
Karena itu, keberhasilan Alfi Husni mempertahankan gelar Juara Asia UB150 menjadi salah satu pencapaian yang menarik perhatiannya.
Menurut Om Adil, keberhasilan tersebut bukan sebuah keberuntungan semata. Konsistensi Alfi sepanjang kompetisi menjadi alasan utama mengapa pembalap asal Indonesia tersebut layak kembali berdiri sebagai yang terbaik di kelasnya.
“Alfi memang layak mendapatkan kembali predikat itu. Dia terbukti konsisten dan punya strategi yang jitu dari setiap race yang dilakoni,” ujar Om Adil.
The King of UB150, Julukan yang Punya Alasan
Om Adil bahkan memberikan satu julukan yang cukup menarik untuk Alfi Husni, yakni “The King of UB150”.
Julukan tersebut terasa semakin relevan setelah Alfi kembali mengamankan mahkota juara Asia. Apalagi, sebutan serupa juga cukup familiar di kalangan netizen dan pemerhati balap motor tanah air.
Bagi Om Adil, konsistensi menjadi salah satu kualitas paling penting yang dimiliki seorang pembalap. Bukan hanya soal kecepatan satu race, tetapi bagaimana seorang rider mampu mengelola seluruh rangkaian kompetisi, membaca situasi dan mengumpulkan poin secara efektif.
Konsistensi Alfi Jadi Modal Penting
Di titik inilah Alfi dinilai memiliki nilai lebih. Ia mampu menjaga performa dan strategi sepanjang musim hingga akhirnya kembali membawa pulang gelar bergengsi dari panggung Asia.
Namun, keberhasilan tersebut sekaligus membuka pertanyaan baru.
Tetap di UB150 atau Naik ke AP250?
Pertanyaan inilah yang kemudian dilempar Om Adil kepada Alfi Husni.
Jika sudah dua kali menjadi Juara Asia UB150, apa langkah berikutnya?
Apakah Alfi akan kembali mempertahankan tahtanya di UB150 musim depan? Atau justru mengambil tantangan baru dengan naik kelas menuju AP250, kategori yang tentunya menawarkan level persaingan berbeda?
Pertanyaan Om Adil ini memang terdengar sederhana, tetapi cukup menggelitik.
Sebab, naik kelas bukan sekadar berpindah kategori. Ada tantangan teknis, persaingan, karakter motor dan tuntutan adaptasi yang harus dipersiapkan secara matang.
Di sisi lain, bertahan di UB150 juga bukan pilihan yang mudah. Status sebagai juara bertahan justru menghadirkan tekanan tersendiri karena semua rival tentu ingin mengalahkan sang penguasa.
Alfi, Mau Tetap Jadi Raja atau Naik Kasta?
Maka, pertanyaan Om Adil ini layak menjadi salah satu teka-teki menarik menuju musim balap berikutnya.
Alfi Husni, apakah masih ingin mempertahankan mahkota sebagai The King of UB150 atau sudah waktunya naik kasta menuju AP250?
Jawabannya tentu bukan berada di tangan Om Adil, tetapi di tangan Alfi, tim dan pihak-pihak yang berada di balik perjalanan kariernya.
Yang jelas, dari perhatian seorang pemerhati seperti Om Adil, satu hal terlihat jelas: prestasi Alfi Husni di ARRC sudah berhasil mencuri perhatian lebih luas, bahkan dari mereka yang tidak lahir dari dunia balap.
Dan sekarang, pertanyaan besarnya tinggal satu:
Alfi, tahun depan mau tetap jadi Raja atau naik kelas?


