Otoinfo.id – Ducati memang sangat bergantung pada winglet untuk menjaga kestabilan motor. Hal itu dibuktikan oleh Francesco Bagnaia saat di GP Qatar lalu. Saat kehilangan salah satu winglet, Bagnaia langsung memutuskan berhenti.
“Start saya cukup bagus dan berada pada posisi yang baik. Lantas salah satu rider melakukan maneuver overtaking gila kepada Petrucci sehingga saya dan Petrucci sempat bersenggolan. Saya kehilangan winglet kanan,” terang Bagnaia.
Walau kehilangan winglet kanan, Bagnaia sempat memaksa untuk melanjutkan balapan. Namun efek aerodinamikan saat kehilangan salah satu winglet, membuat motor jadi tidak stabil.

“Saya coba memaksa coba 1 lap (sejak kehilangan winglet), motor jadi sangat berbahaya. Motor selalu bergerak ke kiri. Saya coba untuk mengendalikan, namun itu sangat mustahil dilakukan,” urainya.
Walau demikian, Bagnaia masih terus geber motornya. Hingga percobaan ketiga Bagnaia menyerah. “Saya coba di trek lurus sebanyak 3 kali, lantas saya berhenti. Setelah percobaan kedua, saya pun memutuskan berhenti,” lanjutnya.
Saat motor kehilangan winglet, ketinggian Ducati bertambah menjadi 5 mm. dan itu membuat semua setting suspense dan ergonomi jadi kacau. “Ketika tidak ada winglet, saya harus melakukan seluruh setting dari awal. Dan itu tidak mungkin dilakukan saat race berlangsung,” tutup Bagnaia. MT4
Baca Juga : MotoGP: Ducati Bisa Serang Balik Honda
Baca Juga : MotoGP: Ducati Uji Coba Fairing 6 Winglet
