Otoinfo.id – Kesempatan merasakan langsung atmosfer balap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi pengalaman istimewa bagi Fiandra Reja dan Firza Angkasa. Dua talenta muda binaan Bali Queen Racing Team tersebut hadir di ajang MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 bersama sejumlah pembalap MotoMini Indonesia terpilih.
Bukan sekadar menyaksikan persaingan pembalap kelas dunia dari dekat, Fiandra dan Firza juga mendapat kesempatan bertemu dengan sosok yang selama ini menjadi idola mereka, Marc Márquez dan Francesco Bagnaia.
Momen tersebut tentu memberikan kesan berbeda bagi keduanya. Jika selama ini aksi para pembalap top dunia hanya bisa disaksikan melalui layar, kali ini mereka berkesempatan merasakan langsung atmosfer kompetisi, melihat lebih dekat lingkungan balap profesional, sekaligus mengenal dunia yang menjadi impian mereka.
Baca Juga : Debut Internasional di Sepang, Fiandra Reja dan Firza Angkasa Bawa Pulang Pengalaman Berharga
“Senang banget berkesempatan bertemu pembalap idola dan merasakan atmosfer balap dunia. Semoga suatu saat bisa ada di level seperti mereka. Apalagi sudah ada di MotoMini, akan kami kejar sampai tembus MotoGP,” ungkap Fiandra dan Firza.
Bagi pembalap muda yang sedang meniti perjalanan di dunia balap motor, pengalaman tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar kenangan. Bertemu idola dan menyaksikan langsung penyelenggaraan MotoGP dapat menjadi sumber inspirasi untuk memahami besarnya perjuangan yang dibutuhkan demi mencapai level tertinggi.
Pengalaman Berharga untuk Perjalanan ke Depan
Kesempatan hadir di Mandalika juga memberikan perspektif baru bagi Fiandra dan Firza mengenai dunia balap profesional. Di balik kecepatan motor dan persaingan di lintasan, terdapat kedisiplinan, persiapan, kemampuan teknis, serta kerja sama banyak pihak yang mendukung setiap pembalap.
Pengalaman seperti ini dapat menjadi bekal motivasi bagi keduanya untuk terus mengembangkan kemampuan bersama Bali Queen Racing Team. Meski demikian, perjalanan menuju jenjang yang lebih tinggi membutuhkan proses panjang, latihan konsisten, pengalaman kompetisi, dan evaluasi berkelanjutan.

Hal tersebut juga menjadi perhatian Bos Alvin, pemilik Bali Queen Racing Team sekaligus ayahanda Fiandra dan Firza. Ia memberikan dukungan penuh terhadap pilihan kedua putranya untuk menekuni dunia balap motor.
Baca juga; Siap Timba Ilmu Baru, Fiandra dan Firza Bali Queen Bakal Tampil di FIM MotoMini Malaysia
Menurut Alvin, membangun karier sebagai pembalap tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan agar perjalanan mereka dapat berlangsung lebih terarah dan optimal.
“Tak hanya soal kecepatan, banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk jalan karier yang lebih terarah dan optimal,” komentar Bos Alvin.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa pengalaman di MotoGP Mandalika sebaiknya tidak berhenti sebagai momen membanggakan. Inspirasi yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi semangat berlatih, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar dalam setiap tahap pembinaan.
Dukungan keluarga dan tim menjadi bagian penting dalam proses tersebut, terutama bagi pembalap usia dini yang masih membutuhkan pendampingan untuk menyeimbangkan ambisi olahraga, pendidikan, keselamatan, dan perkembangan pribadi.
Veda Ega Pratama dan Pengalaman M. Ali Imanuddin
Selain Fiandra dan Firza, pengalaman pembalap muda Indonesia lainnya juga menambah cerita menarik dari MotoGP Mandalika. Veda Ega Pratama, yang tampil bersama Honda Team Asia di kelas Moto3, menjadi salah satu sosok inspiratif bagi Fiandra dan Firza.
Kehadiran Veda di panggung internasional memberikan gambaran bahwa pembalap Indonesia dapat bersaing di level yang lebih tinggi melalui proses dan perjuangan panjang. Bagi generasi yang masih meniti karier di MotoMini, sosok seperti Veda dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan.

Sementara itu, M. Ali Imanuddin mendapatkan kesempatan spesial untuk mengibarkan bendera finis pada kelas Moto3. Pengalaman tersebut menghadirkan sudut pandang berbeda tentang penyelenggaraan balap dunia, sekaligus memperkenalkan generasi muda pada atmosfer kompetisi internasional dari sisi lain.
Fiandra, Firza, dan Ali pun memperoleh pengalaman masing-masing yang berpotensi memperkaya perjalanan mereka di dunia motorsport.
Baca juga; Belum Genap Setengah Tahun Balap, Fiandra dan Firza Mulai Menemukan Ritme di Sepang
Pada akhirnya, kesempatan hadir di MotoGP Mandalika bukan hanya tentang bertemu pembalap idola atau menyaksikan balapan kelas dunia dari dekat. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan membangun motivasi bagi perjalanan berikutnya.
Bagi Fiandra Reja dan Firza Angkasa, Mandalika mungkin akan selalu dikenang sebagai tempat mereka bertemu idola. Namun, nilai terbesarnya terletak pada bagaimana pengalaman itu menjadi penyemangat untuk kembali ke lintasan, menjalani proses pembinaan, dan terus berusaha mewujudkan mimpi di dunia balap motor.


