Otoinfo.id – Bagi sebagian orang, mesin diesel identik dengan torsi besar, suara khas dan kepulan asap hitam ketika pedal gas diinjak dalam. Namun, gambaran tersebut justru ingin dipatahkan oleh Koh Indra, periset sekaligus penemu Kabelsetan.

Kali ini, Koh Indra tengah menggarap sebuah project yang cukup menarik. Bukan sekadar mengejar tenaga besar, tetapi mencoba membangun Toyota Innova bermesin diesel 2KD yang mengalami bore up dan stroke up hingga memiliki kapasitas mendekati karakter 1KD, dengan target utama menghasilkan tenaga responsif sekaligus tetap ramah lingkungan.
Konsepnya sederhana tetapi tidak mudah. Power harus naik, respons mesin harus semakin baik, namun asap justru ditekan seminimal mungkin.
Project ini sekaligus menjadi laboratorium berjalan bagi Koh Indra untuk kembali menguji berbagai teori mengenai rancang bangun mesin, aliran udara, pembakaran dan penyetelan sistem secara menyeluruh.
Baca Juga : Farel Bintang Siapkan Mental dan Setting Motor Jelang Final MotoPrix Mijen
Bukan Sekadar Bore Up dan Stroke Up
Membangun mesin diesel dengan kapasitas lebih besar tentu tidak cukup hanya mengganti piston atau memperbesar langkah piston.
Ada banyak parameter yang harus dihitung ulang agar seluruh sistem bekerja dalam satu kesatuan.
Koh Indra menjelaskan, prinsip tersebut menjadi dasar dalam project Innova diesel 2KD yang sedang dikerjakannya.
“Sebagai orang yang merancang targetnya harus optimal, untuk bisa optimal harus menuju ke satu titik. Lalu, semua yang mengikuti sistem dan adjusting pasti mengarah ke satu titik juga dan wajib optimal. Di sinilah kita butuh mencermati dan mendalami terus wawasan tentang rancang bangun yang optimal,” ungkap Koh Indra.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana dirinya melihat sebuah mesin. Setiap komponen tidak boleh bekerja sendiri-sendiri.
Ketika kapasitas mesin berubah, maka kebutuhan udara, karakter turbo, sistem pemasukan dan pembuangan, mekanisme katup hingga karakter camshaft juga harus mengikuti.
Dengan kata lain, membangun mesin bukan hanya soal memperbesar angka tenaga, tetapi bagaimana seluruh sistem menemukan titik kerja yang optimal.
Turbo Tidak Asal Dibuat Lebih Besar
Salah satu bagian yang mendapatkan perhatian dalam project ini adalah sistem turbo.
Koh Indra menyebut Velo Turbo akan diatur ulang sudutnya, termasuk melakukan penghitungan kembali terhadap jalur dan ukuran pipanya.
Hal ini penting karena turbo bukan sekadar perangkat untuk memasukkan udara sebanyak-banyaknya ke ruang bakar.
Aliran udara harus diperhitungkan agar sesuai dengan kebutuhan mesin. Jika terlalu besar atau karakter alirannya tidak sesuai, respons mesin justru bisa terganggu.
Karena itu, dalam project ini sudut turbo, jalur pipa dan karakter aliran udara menjadi bagian yang harus dikaji kembali.
Targetnya bukan sekadar mendapatkan boost tinggi, melainkan mendapatkan respons yang cepat dan efisien sesuai kebutuhan mesin.
Ukuran Klep dan Camshaft Juga Berubah
Perubahan tidak berhenti di sektor turbo.
Bagian kepala silinder juga masuk dalam perhitungan. Ukuran klep akan dibuat berbeda, sementara camshaft yang digunakan juga memiliki karakter berbeda dari konfigurasi standarnya.
Perubahan tersebut tentu memiliki tujuan.
Mesin dengan kapasitas dan kebutuhan udara yang berbeda membutuhkan pengaturan buka tutup katup yang sesuai. Durasi, lift dan karakter camshaft akan memengaruhi bagaimana udara masuk serta gas hasil pembakaran keluar dari ruang bakar.
Di sinilah menariknya project Koh Indra.
Ia tidak ingin hanya mencari satu komponen yang dianggap paling hebat, kemudian memasangnya ke mesin. Sebaliknya, seluruh komponen harus saling menyesuaikan.
Turbo, pipa, klep, camshaft dan komponen lainnya harus bekerja menuju satu titik yang sama.
Power Responsif, Asap Justru Ditekan
Yang membuat project ini semakin menarik adalah target akhirnya.
Koh Indra tidak sedang mengejar Innova diesel yang hanya mampu menghasilkan tenaga besar tetapi meninggalkan asap hitam tebal.
Justru sebaliknya.
Ia ingin membuktikan bahwa mesin diesel yang responsif dan bertenaga tetap bisa dibangun dengan emisi asap yang lebih minim.
Konsep tersebut membutuhkan keseimbangan antara udara dan bahan bakar. Ketika proses pembakaran berlangsung lebih optimal, energi dari bahan bakar bisa dimanfaatkan dengan lebih baik sekaligus membantu menekan pembentukan asap akibat pembakaran yang tidak sempurna.
Karena itu, peningkatan kapasitas mesin melalui bore up dan stroke up harus diikuti dengan penyesuaian sistem secara keseluruhan.
Bukan hanya “besar mesinnya”, tetapi bagaimana mesin tersebut bernapas, mendapatkan bahan bakar, membakar campuran di ruang bakar dan membuang gas hasil pembakaran.
Akan Dibuka Step by Step Lewat Video Edukasi
Menariknya, project Innova diesel 2KD ini tidak akan berhenti sebagai sebuah proyek pribadi.
Koh Indra memastikan proses pengerjaannya akan dibuka secara step by step melalui video edukasi.
Dengan begitu, setiap perubahan pada mesin bisa menjadi bahan pembelajaran bagi mereka yang tertarik dengan dunia modifikasi dan rancang bangun mesin.
Mulai dari perhitungan kapasitas, perubahan bore dan stroke, penyesuaian turbo, perhitungan pipa, klep hingga camshaft akan menjadi bagian dari perjalanan project tersebut.
Bagi Koh Indra, proses justru menjadi bagian terpenting.
Sebab, sebuah mesin yang terlihat kencang di dyno mungkin mudah menarik perhatian. Tetapi memahami mengapa mesin tersebut bisa kencang, bagaimana responsnya terbentuk dan bagaimana tenaga tersebut dicapai dengan pembakaran yang lebih optimal, merupakan pembelajaran yang jauh lebih penting.
Project Innova diesel 2KD ini akhirnya bukan hanya tentang mengejar angka horsepower.
Ada sebuah misi yang lebih besar di baliknya, yaitu mencari titik optimal antara performa, respons mesin, efisiensi dan emisi.
Jika berhasil, Innova diesel ini bukan hanya akan menjadi mobil dengan karakter mesin yang lebih bertenaga.
Ia bisa menjadi contoh bahwa mesin diesel kencang tidak harus identik dengan asap hitam.
Dan dari sinilah perjalanan Koh Indra bersama project 2KD menuju karakter 1KD tersebut layak untuk terus diikuti.


