Otoinffo.id-Perebutan kursi nomor satu di Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi mulai memasuki babak yang menarik. Setelah tahapan pengambilan formulir bakal calon Ketua Pengprov IMI Jambi ditutup, dua nama resmi tercatat mengambil formulir. Mereka adalah Darmawansyah alias Mawan Dragon dan Fauzan Majid.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua Pengprov IMI Jambi, Ivan Adetusa, menegaskan bahwa pengambilan formulir belum serta-merta menjadikan keduanya sebagai calon yang akan bertarung dalam Musprov IMI Jambi.
“Pengambilan formulir belum berarti seseorang otomatis menjadi calon yang akan bertarung dalam Musprov IMI Jambi. Kedua bakal calon masih harus menyelesaikan tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan TPP,” ujar Ivan.
Dengan demikian, pertarungan sebenarnya belum dimulai. Setelah pintu pengambilan formulir ditutup, perhatian kini bergeser kepada tahapan pengembalian berkas dan proses verifikasi persyaratan.
Namun secara politik organisasi, munculnya dua nama tersebut sudah cukup memberi gambaran bahwa kursi IMI Jambi 1 mulai menjadi magnet perhatian.

Mawan Dragon, Nama yang Tidak Asing di Dunia Balap
Di antara dua bakal calon tersebut, nama Darmawansyah atau yang lebih akrab disapa Mang Mawan memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia otomotif.
Namanya tidak hanya dikenal di lingkup Jambi. Di kalangan balap motor nasional, bahkan Asia, Mawan Dragon bukan sosok yang asing.
Pengalamannya tumbuh dari dunia balap dan kemudian berkembang ke berbagai aktivitas otomotif. Ia pernah berada di posisi sebagai pembalap, promotor event hingga terlibat dalam organisasi IMI.
Artinya, jika berbicara mengenai pengalaman di lapangan, Mawan bukan orang yang baru mengenal dunia otomotif setelah mendekati momentum Musprov.
Ia sudah berada di dalamnya selama puluhan tahun.
Dan di sinilah pertanyaan menarik mulai muncul.
Apakah popularitas, pengalaman dan jaringan yang dimiliki Mawan Dragon cukup menjadi modal untuk merebut kursi IMI Jambi 1?
22 Klub Pemilik Suara Akan Menentukan
Pada akhirnya, siapa yang akan menjadi Ketua Pengprov IMI Jambi tetap berada di tangan pemilik suara.
Sebanyak 22 klub terverifikasi, ditambah unsur perwakilan IMI Jambi dan IMI Pusat sesuai mekanisme Musprov, akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi IMI Jambi ke depan.
Di titik inilah pertarungan menjadi lebih menarik.
Seorang kandidat bisa saja sangat populer di kalangan pembalap. Tetapi popularitas harus diterjemahkan menjadi kepercayaan organisasi.
Begitu pula dengan jaringan.
Jaringan yang luas akan menjadi modal penting, tetapi tetap harus mampu menghadirkan gagasan dan program yang bisa menjawab kebutuhan klub, pembalap, komunitas, promotor serta perkembangan olahraga otomotif di Jambi.
Dengan kata lain, Musprov bukan sekadar memilih nama, tetapi memilih arah perjalanan IMI Jambi.
Pengalaman dan Jaringan Menjadi Modal Penting
Untuk memimpin organisasi sebesar IMI, pengalaman tentu menjadi salah satu pertimbangan.
Apalagi IMI bukan hanya berbicara mengenai balapan. Di dalamnya terdapat pembinaan atlet, klub, komunitas, promotor, penyelenggaraan event, regulasi, hubungan dengan pemerintah serta jaringan otomotif di tingkat nasional.
Dari perspektif tersebut, Mawan Dragon memiliki modal yang cukup menarik.
Puluhan tahun berada di dunia otomotif membuatnya memiliki jejaring yang relatif panjang. Pengalaman sebagai mantan pembalap, promotor event serta keterlibatan dalam kepengurusan IMI, baik di tingkat Jambi maupun Pusat, menjadi bagian dari rekam perjalanan tersebut.
Namun sekali lagi, modal pengalaman harus berhadapan dengan satu hal yang jauh lebih menentukan: kepercayaan pemilik suara.
Dan kabarnya, Mawan telah mendapatkan dukungan konkret dari sejumlah pemilik suara.
Benarkah demikian?
Tentu peta dukungan sesungguhnya baru akan terlihat ketika tahapan Musprov berjalan dan masing-masing pemilik suara menentukan pilihannya.
33 Tahun Mengabdi, Kini Saatnya Memimpin?
Bagi Mawan sendiri, pencalonan ini bukan sekadar ambisi mendapatkan jabatan.
Ia melihat perjalanan panjangnya di dunia otomotif sebagai sebuah pengabdian.
“33 tahun mengabdi di dunia otomotif, semoga bisa memberi manfaat bila nanti diberi amanah untuk memimpin IMI Jambi,” kata Mang Mawan.
Kalimat tersebut sederhana. Tetapi dalam politik organisasi, kalimat seperti ini memiliki makna yang cukup dalam.
Sebab seorang calon ketua organisasi pada akhirnya tidak hanya dituntut mampu memenangkan pemilihan.
Ia harus mampu mengubah kemenangan menjadi kerja nyata.
Klub membutuhkan pembinaan. Pembalap membutuhkan kompetisi yang sehat. Promotor membutuhkan kepastian dan dukungan. Komunitas membutuhkan ruang berkembang. Sementara IMI Jambi juga dituntut mampu membangun komunikasi yang kuat dengan IMI Pusat dan pemerintah daerah.
Tantangannya tidak kecil.
Mawan Dragon vs Fauzan Majid, Pertarungan Masih Panjang
Dua nama telah mengambil formulir.
Mawan Dragon membawa modal pengalaman panjang, popularitas di dunia balap serta jaringan otomotif yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Sementara Fauzan Majid juga memiliki kesempatan yang sama untuk melewati seluruh tahapan penjaringan dan menawarkan gagasan terbaiknya kepada pemilik suara.
Karena itu, terlalu dini jika pertarungan sudah dianggap selesai hanya karena satu nama lebih populer.
Dalam politik organisasi, yang terlihat di permukaan belum tentu sama dengan suara di ruang pemilihan.
Justru di situlah menariknya Musprov IMI Jambi kali ini.
Apakah pengalaman dan jaringan Mawan Dragon akan berbuah kepercayaan?
Ataukah Fauzan Majid mampu menghadirkan kekuatan alternatif dan meyakinkan pemilik suara dengan gagasan serta programnya?
Jawabannya akan ditentukan oleh mereka yang memiliki hak suara.
Satu hal yang jelas, perebutan IMI Jambi 1 kini sudah mulai menemukan bentuknya.
Dua nama telah berada di garis start.
Tetapi siapa yang akhirnya melintasi garis finis sebagai Ketua Pengprov IMI Jambi?
Kita tunggu suara dari 22 klub dan pemilik suara lainnya.


