
Otoinfo – Honda HR-V, yang juga dikenal sebagai Honda Vezel di beberapa negara, kembali menjadi sorotan karena masalah produksi yang baru saja diumumkan oleh Honda Jepang. Meski merupakan SUV yang populer, beberapa unit Honda HR-V edisi Jepang, dari Agustus 2020 hingga Juli 2021, harus menghadapi recall karena masalah pada sistem pembuka pintu bagasi.
Isu Teknis
Perangkat elektronik yang digunakan untuk membuka pintu bagasi dilaporkan mengalami kegagalan fungsional. Menurut pemberitahuan resmi dari Honda Jepang, peranti ini tidak dapat masuk ke dalam mode standby seperti seharusnya dan tetap aktif, bahkan ketika mobil sedang tidak digunakan.
Akibatnya, arus listrik yang terus mengalir dapat menyedot daya aki dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan masalah dalam menghidupkan mesin.

Tindakan Perbaikan
Lebih dari 37 ribu unit Honda HR-V edisi Jepang yang terkena dampak harus menjalani pemrograman ulang sistem elektronik. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perangkat pembuka pintu bagasi beroperasi dengan normal dan tidak mengonsumsi daya secara berlebihan ketika mobil tidak dalam penggunaan.
Masalah Recall Sebelumnya
Sebelumnya, Mobil tersebut juga menghadapi recall terkait masalah pada sistem pengereman. Perusahaan menyatakan bahwa minyak yang bocor ke peranti elektronik selama proses pemasangan komponen dapat mengakibatkan gangguan pada sensor dan mempengaruhi kinerja sistem pengereman.
Honda Indonesia juga telah mengumumkan recall terkait Honda HR-V, khususnya terkait dengan komponen pompa bensin yang berpotensi menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba selama berkendara.
Sejumlah 85.025 unit teridentifikasi dalam program recall ini. Selain itu, beberapa pengguna Honda HR-V juga melaporkan masalah terkait kualitas pedal gas yang patah, memunculkan pertanyaan tentang bahan plastik yang digunakan dalam pembuatannya.
Honda HR-V kembali menjadi fokus perhatian dengan recall terbaru terkait masalah pada sistem pembuka pintu bagasi. Langkah-langkah perbaikan telah diambil untuk memastikan keamanan dan kinerja optimal bagi para pengguna.
Recall-recall sebelumnya juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas produksi untuk memastikan kendaraan tetap aman dan dapat diandalkan. Otoinfo.

