Otoinfo – Ford Everest, salah satu SUV Amerika yang pernah menjadi pesaing tangguh bagi Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Hyundai Santa Fe, kini harus menerima kenyataan bahwa popularitasnya semakin merosot.
SUV ini terkenal dengan performa dapur pacunya yang mumpuni serta desain bodinya yang kokoh dan sporty. Dibekali dengan mesin diesel berkapasitas 2.499 cc, Ford Everest mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 Kw pada 3500 rpm dan torsi maksimum 330 Nm pada 1800 rpm.
Tak hanya itu, mobil ini juga menawarkan kabin yang luas dan nyaman, dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang mewah dan elegan. Namun, meskipun memiliki banyak kelebihan, Ford Everest tidak mampu mempertahankan popularitasnya di pasar Indonesia.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan popularitasnya adalah harga jual yang turun drastis dan jaringan bengkel yang sulit ditemukan. Pemilik kendaraan ini sering kali menghadapi kesulitan dalam melakukan perawatan kendaraan mereka karena terbatasnya jumlah bengkel resmi yang tersedia.
Selain itu, suku cadang untuk Ford Everest juga terkenal mahal dan sulit didapatkan, sehingga menambah beban bagi pemilik kendaraan ini. Kondisi ini tentu membuat banyak konsumen berpikir ulang sebelum memutuskan untuk membeli mobil tersebut.
Dengan berbagai kendala tersebut, tidak heran jika harga jual Everest menjadi anjlok. Akibatnya, mobil ini semakin kehilangan peminat dan kalah bersaing dengan rival sekelasnya seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Hyundai Santa Fe yang lebih mudah dalam hal perawatan dan ketersediaan suku cadang.
Penurunan popularitas Ford Everest ini menjadi pelajaran berharga bagi produsen mobil untuk lebih memperhatikan faktor-faktor pendukung seperti jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang, selain dari performa dan desain kendaraan itu sendiri. Otoinfo.
