Menurut Lawler, Ford sedang mengembangkan generasi baru EV yang akan mengejutkan pasar dalam waktu satu tahun setelah peluncurannya. CEO Ford, Jim Farley, menambahkan bahwa produk generasi kedua Ford akan menguntungkan dalam waktu 12 bulan pertama, serta akan mengalami penurunan biaya produksi.
Farley menjelaskan bahwa Ford akan memprioritaskan pengembangan mobil listrik di segmen truk dan van, karena mereka memiliki keunggulan yang signifikan. Produk-produk ini menjanjikan akan lebih efisien dan penuh dengan inovasi yang menarik minat konsumen.
Dua tahun lalu, Ford secara diam-diam membentuk tim khusus untuk mengembangkan platform EV berbiaya rendah. Tim ini telah berhasil menciptakan platform yang fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai jenis kendaraan, dengan fokus pada pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi.
Meskipun tertunda dalam beberapa produk, Ford mengaku bahwa hal ini dilakukan untuk menanggapi kebutuhan pasar dengan lebih baik.
Mereka berupaya untuk merasionalisasi kapasitas baterai agar sesuai dengan permintaan, sambil tetap mempertahankan harga yang terjangkau.
Dengan langkah-langkah strategi ini, Ford berharap dapat bersaing dengan pesaing utama mereka, seperti Tesla dan produsen otomotif asal Cina.
Farley juga mengakui kesalahannya dalam menilai pasar, terutama terkait dengan harga yang diterima oleh konsumen awal.
Dengan demikian, langkah Ford untuk menghadirkan mobil listrik entry level dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan akan membuka jalan bagi adopsi EV yang lebih luas di masyarakat. Otoinfo.