Otoinfo.id-Eko Chodox Sulistyo joki senior asal Semarang yang saat ini menjadi salah satu ‘pejabat’ di IMI Jateng coba membuka ruang diskusi lewat Insta Strory miliknya. Ya, sebagai orang yang pernah menjadi pelaku langsung di drag bike dan sekarang diberi amanah di susunan kepengurusan IMI jateng, Eko Chodox coba menangkap aspirasi. Eko Chodox coba melontarkan pertanyaan yakni untuk drag bike 2022 kelas apa saja yang ingin kalian rubah regulasinya?

Baca Juga : Drag Bike 2021: Bos BMB: Balap Itu Bukan Sekedar Juara, Tapi…..
Upaya Eko Chodox ini langsung cepat direspon oleh para netizen, saran, masukan dan kritik dilontarkan. Salah satunya yang cukup menggelitik adalah fenomena di matic 200. “Matic 200 hapus dr poin, yang kenceng cuma 1 bengkel, itupun mahal bgt bikinnya dsana,”tulis netizen.
Baca Juga : Drag Bike 2021: Absen di Final IDW dan Gadhuro, Ada Apa dengan Eko Chodox?
Atas masukan itu, Eko Chodox memberi respon,”Setelah saya lulus dari universitas balapan dan sekarang menjadi kuli di bengkel, saya mengalami sendiri kalau bikin motor kencang itu sangat susah. Makanaya wajar kalau bikin 1 mesin kencang harus mahal,”jawab Eko Chodox.

Baca Juga : Matic 200 Injeksi by Andi ASR Mulai Bersaing, Berikut Spek Terbarunya!
Oh ya, Matic 200 ini memang menjadi salah satu kelas yang masuk kategori poin bersama kelas Bebek 200, Bebek 130 dan Ninja Frame Standart. Fenomena Matic 200 ini dalam suatu kesempatan obrolan bersama mekanik top Jogja juga pernah diungkap. Diakui olehnya kelas Matic 200 mulai sepi dan hanya didominasi 1-2 bengkel saja. Salah satu bengkel yang cukup menonjol di kelas ini adalah ASR asal Bandung milik Andi. Garapannya menyebar di beberapa tim dan terbukti mendominasi, salah satu pesaingnya saat ini adalah milik Agus Moons.
Terknini, riset Andi ASR dengan teknologi injeksi diklaim pecahkan rekor 7,1 detik dengan hitung bobot minimal. BACA SINI. Lantas apa respon Andi ASR atas masukan dan fenomena ini?Tunggu artikel berikutnya! Wawan
