Otoinfo.id-Eric Saputra bersama tim Cargloss Racetec RRS IRC boleh saja belum terkalahkan di kelas Superstock Up To 1000 cc. Tapi justru Danny Setiawan dengan tim R15 Team jadi buah bibir di seri ke-2 gelaran Yamaha Sunday Race (YSR) akhir pekan kemarin (27-28/7) yang berlangsung di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar.
Baca Juga : Yamaha Sunday Race 2019 Sentul (Seri 2) : Perbandingan Kompresi Diatur, All New R15 Aira Pecah Telur

Selain tak lagi muda, Danny yang memacu YZF R-6 sukses membungkam 3-4 rider yang justru ngegas YZF R-1. Hanya pada Otoinfo.id, pria kelahiran 1977 itu berani blak-blakan membongkar rahasia suksesnya kali ini. Apa tuh? Yuk..simak!

Diikuti 15 rider, kelas yang menjadi duel klasik YZF-R6 Vs YZF-R1 itu menjadi pembuktian bagi wiraswastawan bidang otomotif itu. Pastinya, Danny sukses membuktian tekad sendiri,”Menolak menyerah hingga titik oli penghabisan. Persaingan makin ketat, skill rider terus meningkat, tapi disisi lain usia tak lagi muda,”ungkapnya.
Baca Juga : Yamaha Sunday Race 2019 Sentul (Seri 2): Raih Podium Kedua, Jadi Kado Spesial Albert Julian

Menyadari hal itu, menjaga kebugaran fisik wajib hukumnya bagi Danny. “Pertama kali balap Supersport tahun 2013 dan sampai sekarang nggak pernah vakum. Gass terus semua event. Haha,”lanjut Danny yang juga melakukan improve terhadapa pacuannya.
Baca Juga : Yamaha Sunday Race 2019 Sentul (Seri 2) : Taklukan Nickey Hayden, La Ode Diganjar Bonus Mobil
Salah satu upaya jaga kebugaran fisik, Danny rutin olahraga dengan main tenis meja alias pimpong. “Rutin latihan, seminggu minimal 3 kali di Tunas Jaya. Tak hanya untuk kebugaran, tapi mata jadi terlatih, reflek, kecepatan juga,”tukas Danny yang pernah menyabet gelar juara junior wakil Jakarta Utara dan pernah mengikuti seleksi nasional. Keren! Wawan
