Otoinfo.id – Kubu Aprilia sedang berada di masa tegang. Pasalnya pembalap mereka yakni Andrea Iannone tengah tersandung kasus doping yang mengancam karirnya. Pada tanggal 7 Januari 2020, pembalap asal Italia itu telah melakukan tes kedua. Tapi hasil akhirnya belum dirilis apakah kasus dopingnya itu positif ataupun negatif.
Nah, disaat yang bersamaan Massimo Rivola, CEO Aprilia mengatakan jika dia dan timnya akan tetap berpihak pada Iannone. Tapi disisi lain mereka juga harus patuh pada aturan yang ada di MotoGP.
“Kami berada di pihak pembalap kami, tetapi bagi Aprilia, penghormatan terhadap peraturan adalah sakral. Tidak akan ada persidangan a priori, sebelum menunggu hukuman. Bagi kami, legalitas adalah benteng, kami mendukung Iannone karena kami tidak pernah meragukannya . Jika dia melakukan kesalahan, dia harus membayar untuk itu,” katanya.

Baca Juga : Modifikasi Toyota Starlet 1.3SEG Tahun 1997 (Pati) : ‘JDM Look’ Suka Ganti Warna
Jika memang Iannone positif gunakan doping, Rivola kemudian berbicara tentang kemungkinan rencana B yang akan dilakukan kubu Aprilia. Dalam hal ini tidak mengutip Karel Abraham yang digadang-gadang bakal gantikan.
Baca Juga : Alfadana Road Race 2020 Wonosobo: F1ZR 805 JM Mobil K-Bumen H2O Tampil Maksimal, 3 Kelas Diatasi!
“Dalam hal diskualifikasi, pilihan Smith akan menjadi yang paling jelas. Saat ini, tidak banyak pengemudi yang siap. 6 bulan lalu, Rea bisa menjadi pilihan. Lorenzo akan menjadi cerita yang bagus tapi saya pikir dia akan menjadi penguji di Yamaha. Kami akan memutuskan segera setelah kami memiliki hukuman. Kehilangan Iannone akan menjadi hal yang serius, karena itu membantu kami untuk memahami apa yang salah dan memiliki sepeda motor yang cepat,” jelasnya. Aji
