Otoinfo.id – Smartphone kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari, termasuk ketika seseorang bepergian menggunakan sepeda motor. Kebutuhan navigasi, komunikasi, hingga mencari lokasi tujuan membuat konektivitas antara ponsel dan kendaraan semakin menarik perhatian produsen otomotif.
Honda menjadi salah satu merek yang menghadirkan teknologi tersebut melalui Honda RoadSync. Fitur ini memungkinkan pengendara mengakses sejumlah fungsi smartphone melalui tombol di setang, perintah suara, dan panel instrumen pada motor yang kompatibel.
Sekilas, teknologi tersebut menawarkan pengalaman berkendara yang lebih praktis. Pengendara tidak perlu terus-menerus mengambil ponsel dari saku atau melihat layar smartphone untuk mengetahui arah perjalanan.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah motor yang terhubung dengan smartphone benar-benar membuat pengendara lebih aman?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Konektivitas memang berpotensi mengurangi distraksi akibat penggunaan ponsel secara langsung. Namun, notifikasi, panggilan, musik, dan interaksi digital tetap bisa mengganggu konsentrasi jika pengendara tidak menggunakannya secara bijak.
Teknologi Konektivitas Membawa Kemudahan Berkendara
Honda RoadSync menghubungkan smartphone dengan sepeda motor melalui Bluetooth. Aplikasi ini menyediakan sejumlah fungsi seperti navigasi turn-by-turn, panggilan telepon, pesan, dan kontrol musik melalui perangkat yang kompatibel.
Pada motor dengan panel instrumen TFT yang mendukung, petunjuk navigasi dapat tampil langsung pada layar kendaraan. Pengendara juga bisa memanfaatkan tombol kontrol di setang untuk mengakses fungsi tertentu tanpa harus menyentuh layar smartphone.
Pendekatan tersebut memiliki nilai praktis. Ketika mencari alamat atau melewati jalur yang belum dikenal, pengendara bisa mengikuti petunjuk arah tanpa terus memandangi layar ponsel.
Namun, fitur ini tersedia pada sepeda motor Honda tertentu. Pengguna perlu memastikan kompatibilitas kendaraan, smartphone, dan aplikasi sebelum menggunakannya. <Cite refs={[“turn375102search3″,”turn375102search10”]}/>
Navigasi Tanpa Sering Melihat Smartphone
Salah satu manfaat terbesar konektivitas motor adalah kemudahan mengakses navigasi.
Pengendara tidak perlu memasang smartphone pada dudukan setang hanya untuk melihat peta setiap beberapa detik. Petunjuk arah dapat disampaikan melalui panel instrumen atau panduan suara, sesuai kemampuan perangkat.
Cara ini berpotensi mengurangi gerakan mengambil dan melihat ponsel ketika motor sedang berjalan. Meski begitu, pengendara tetap harus memperhatikan kondisi jalan, rambu, kendaraan lain, dan situasi lalu lintas.
Navigasi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pusat perhatian selama perjalanan.
Smartphone Juga Bisa Menjadi Sumber Distraksi
Inilah sisi lain yang tidak boleh diabaikan. Konektivitas membuat pengendara semakin mudah menerima informasi, tetapi terlalu banyak informasi justru berpotensi mengganggu konsentrasi.
Panggilan telepon, pesan masuk, notifikasi aplikasi, hingga keinginan mengganti lagu bisa mengalihkan perhatian dari jalan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Accident Analysis & Prevention pada Juni 2025 meneliti perilaku penggunaan smartphone pada 1.051 pengendara sepeda motor muda di Vietnam. Hasilnya menunjukkan tingginya keterlibatan smartphone saat berkendara, sementara tekanan waktu turut meningkatkan keinginan menggunakan ponsel ketika berada di jalan. <Cite refs={[“turn375102search0″,”turn375102search1”]}/>
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalannya bukan sekadar keberadaan teknologi, melainkan bagaimana pengendara menggunakannya.
Hands-Free Bukan Berarti Bebas Risiko
Fitur hands-free memang mengurangi kebutuhan memegang smartphone. Namun, pengendara tetap bisa mengalami gangguan perhatian ketika harus mendengarkan percakapan, memahami pesan, atau memikirkan informasi yang diterima.
Artinya, tangan yang tetap berada di setang belum tentu menjamin konsentrasi sepenuhnya terjaga.
Penelitian mengenai distraksi berkendara juga menunjukkan bahwa aktivitas menggunakan ponsel, terutama yang membutuhkan perhatian visual dan gerakan tangan, berkaitan dengan peningkatan risiko kecelakaan. <Cite refs={[“turn375102search6″,”turn375102search9”]}/>
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menjadikan konektivitas sebagai alasan untuk terus menerima panggilan atau merespons pesan selama perjalanan.
Cara Memanfaatkan Konektivitas Tanpa Mengorbankan Keselamatan
Teknologi motor terhubung smartphone akan memberikan manfaat lebih besar jika pengendara mengatur penggunaannya sejak sebelum berangkat.
Ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:
- Atur navigasi sebelum perjalanan. Masukkan alamat tujuan ketika motor masih berhenti di tempat aman.
- Batasi notifikasi. Aktifkan mode jangan ganggu agar pesan dan pemberitahuan yang tidak penting tidak mengalihkan perhatian.
- Gunakan panduan suara seperlunya. Hindari terlalu sering mengganti menu atau mengatur musik ketika kendaraan bergerak.
- Jangan membalas pesan saat berkendara. Jika membutuhkan respons, berhenti terlebih dahulu di lokasi yang aman.
- Prioritaskan kondisi jalan. Jangan biarkan petunjuk navigasi mengalahkan perhatian terhadap rambu dan situasi lalu lintas.
Langkah sederhana tersebut membantu pengendara memanfaatkan teknologi tanpa menjadikan smartphone sebagai sumber gangguan baru.
Apakah Motor Terhubung Smartphone Layak Dipilih?
Bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan jauh, bekerja dengan mobilitas tinggi, atau kerap mengunjungi lokasi baru, konektivitas smartphone menawarkan manfaat nyata.
Navigasi yang terintegrasi dapat membantu perjalanan lebih praktis. Pengendara juga tidak perlu terlalu sering mengeluarkan ponsel hanya untuk memeriksa arah.
Namun, bagi pengguna yang hanya melakukan perjalanan pendek di lingkungan yang sudah dikenal, fitur tersebut mungkin bukan kebutuhan utama.
Calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpikat oleh daftar teknologi. Pertimbangkan apakah fitur tersebut benar-benar mendukung aktivitas sehari-hari dan apakah pengguna mampu mengoperasikannya secara aman.
