Otoinfo.id – Persaingan Java Race Championship 2026 Round 2 di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 31 Oktober–1 November 2026 bukan hanya menjadi panggung adu cepat para pembalap. Di balik performa motor yang melesat di lintasan, ada sejumlah mekanik dan spesialis mesin yang memegang peranan penting.
Salah satunya datang dari BMA Racing Team. Tim ini menyiapkan sejumlah motor dengan menggandeng beberapa tuner spesialis untuk menangani berbagai kelas yang mereka ikuti.
Menariknya, BMA Racing Team tidak menyerahkan seluruh pekerjaan mesin kepada satu bengkel. Mereka membagi tanggung jawab berdasarkan spesialisasi masing-masing tuner agar setiap motor mendapatkan racikan yang sesuai dengan karakter kelasnya.
Racetech Performance Pegang Racikan MX King di Kelas MP1 dan MP3
Untuk sektor mesin Yamaha MX King, BMA Racing Team mempercayakan pengerjaannya kepada Racetech Performance.
Racetech Performance mendapat tugas menggarap motor untuk kelas MP1 yang akan digunakan tiga pembalap andalan, yakni Dimas Juliatmoko, Silmy Helsinky, dan Aditya Fauzi.
Selain MP1, Racetech Performance juga menangani motor kelas MP3 yang akan ditunggangi Gilang Putra Pratama.
Kepercayaan ini tentu menjadi bagian penting dari persiapan BMA Racing Team. Mengingat kelas MP1 dan MP3 memiliki persaingan yang ketat, racikan mesin harus mampu menunjang kecepatan sekaligus menjaga konsistensi performa sepanjang balapan.
Spesialis Yamaha 5TP dan MBKW2 Garap Motor MP2
Berlanjut ke kelas MP2, BMA Racing Team juga menghadirkan spesialis mesin Yamaha 5TP dan MBKW2.
Keduanya mendapat tanggung jawab menggarap motor MP2 untuk tiga pembalap, yaitu Silmy Helsinky, Dimas Juliatmoko, dan Aditya Fauzi.
Kehadiran spesialis 5TP dan MBKW2 menjadi salah satu strategi tim dalam mempersiapkan tunggangan kompetitif. Apalagi, kelas MP2 juga menuntut performa mesin yang mampu bersaing sejak lampu start padam hingga bendera finis berkibar.
Kelas Bebek 2T Dipercayakan kepada Sanjaya Jet
Tidak hanya mengandalkan motor 4-tak, BMA Racing Team juga mempersiapkan persenjataan di kelas bebek 2-tak.
Untuk urusan ini, tim mempercayakan pengerjaan mesin kepada Sanjaya Jet yang menangani beberapa kelas sekaligus.
Pada kelas Bebek 125cc, Sanjaya Jet mendapat tugas menggarap motor untuk Silmy Helsinky dan Dimas Juliatmoko.
Kemudian di kelas Underbone 130cc, Silmy Helsinky kembali menjadi salah satu pembalap yang mendapatkan dukungan racikan dari Sanjaya Jet.
Sementara untuk kelas 116cc, Gilang Putra Pratama akan menjadi pembalap yang mengandalkan hasil racikan spesialis tersebut.
Kate Montor Maboer Ikut Perkuat Sektor Underbone
Menariknya, BMA Racing Team juga menghadirkan Kate Montor Maboer untuk menangani motor kelas Underbone milik Dimas Juliatmoko.
Kolaborasi dengan sejumlah spesialis ini memperlihatkan keseriusan BMA Racing Team dalam mempersiapkan seluruh tunggangan yang akan berlaga di Surabaya.
Dengan pembagian tugas berdasarkan spesialisasi masing-masing, tim berharap setiap motor bisa menunjukkan performa maksimal ketika turun ke lintasan.
BMA Racing Team Berharap Raih Hasil Maksimal di Surabaya
Kombinasi Racetech Performance, spesialis 5TP dan MBKW2, Sanjaya Jet, serta Kate Montor Maboer menjadi kekuatan tersendiri bagi BMA Racing Team.
Kini, pekerjaan para tuner tersebut akan diuji langsung di Sirkuit Gelora Bung Tomo. Bukan hanya soal seberapa besar tenaga yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana motor mampu menjaga performa dan konsistensi selama persaingan berlangsung.
Dengan dukungan para spesialis di balik layar, BMA Racing Team tentu berharap Dimas Juliatmoko, Silmy Helsinky, Aditya Fauzi, dan Gilang Putra Pratama mampu memberikan hasil terbaik pada Java Race Championship 2026 Round 2.
Sebab, motor kencang memang penting, tetapi racikan yang tepat dan pembalap yang mampu memaksimalkannya menjadi kombinasi yang jauh lebih menentukan!
