
Otoinfo – Ada pemandangan menarik di Yamaha Enduro Challenge (YEC) Seri 2 yang berlangsung di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Sidoarjo, Jawa Timur, 27 September 2026. Knalpot RSS Exhaust terlihat digunakan oleh beberapa peserta. Salah satunya tampak terpasang pada Yamaha WR155R, dengan logo RRS terlihat pada bagian silencer.
Baca Juga : Livery Baru Ohvale Aldy Jaya Racing Team, Tampil Menyala dengan Decal by RRS!
Kemunculan RSS Exhaust di ajang enduro ini menjadi pintu masuk untuk membahas arah pengembangan produk tersebut. Rey Ratukore, pemilik brand RRS, menjelaskan bahwa knalpot untuk Yamaha WR155R lebih ditujukan bagi penggunaan harian atau daily use, dengan karakter yang disesuaikan pada kebutuhan motor trail, terutama torsi.

“Lebih ke daily sebenarnya, jadi sesuaikan dengan kebutuhan motor trail yang diperlukan torsi,” jelas Rey seraya sebut harga knalpotnya adalah Rp. 1,6 juta.
RSS Exhaust WR155R Diklaim Naikkan Tenaga 1,5 HP
Menurut Rey, penggunaan RSS Exhaust pada motor dengan kondisi mesin standar diklaim mampu menghasilkan kenaikan tenaga sekitar 1,5 HP. Namun, angka tersebut merupakan keterangan dari pemilik brand dan perlu dilengkapi data pengujian dyno untuk memberikan gambaran teknis yang lebih utuh.
Pengujian idealnya dilakukan pada motor yang sama, dengan prosedur dan kondisi pengukuran yang konsisten sebelum serta sesudah pemasangan knalpot. Selain tenaga puncak, grafik torsi juga penting untuk melihat perubahan karakter mesin pada putaran rendah, menengah, hingga atas.
Baca Juga : Rey Ratukore Kawal Yamaha RRS di Final YCR 2025 Tasikmalaya, Apa Misi Tahun Depan?
Bagi motor trail seperti Yamaha WR155R, respons mesin dan rentang torsi menjadi aspek yang patut diperhatikan. Karakter tenaga yang sesuai dapat membantu pengendara mengatur laju saat menghadapi kondisi jalan yang bervariasi, termasuk tanjakan dan permukaan tidak rata.
Desain Knalpot Disesuaikan dengan Model Yamaha WR
Rey menyebut desain RSS Exhaust untuk Yamaha WR masih mengikuti model dan kebutuhan motor tersebut, sehingga belum banyak perubahan pada rancangan. Foto yang dilampirkan memperlihatkan silencer berlogo RRS terpasang pada motor trail, termasuk detail bentuk dan posisinya di bagian belakang motor.
Meski demikian, tampilan fisik knalpot saja belum cukup untuk menyimpulkan pengaruhnya terhadap aliran gas buang maupun performa mesin. Pembuktian perubahan performa tetap membutuhkan pengujian yang terukur.
Penggunaan ECU Aftermarket Bisa Membutuhkan Penyesuaian
Rey juga menjelaskan bahwa penggunaan ECU aftermarket dapat memerlukan sedikit penyesuaian. Kebutuhan dan besar penyesuaian bergantung pada konfigurasi motor serta perangkat yang digunakan.
Salah satu parameter yang dapat diperiksa adalah AFR (air-fuel ratio), yaitu perbandingan udara dan bahan bakar saat mesin bekerja. Pemeriksaan ini membantu memastikan setelan mesin sesuai setelah terjadi perubahan pada sistem pembuangan.
Kemunculan RSS Exhaust di YEC Seri 2 memperlihatkan bahwa produk tersebut digunakan oleh sejumlah peserta di lingkungan kompetisi enduro. Sementara itu, keterangan Rey menempatkan penggunaan harian dan kebutuhan torsi sebagai arah pengembangan RSS Exhaust untuk Yamaha WR155R.
Untuk memberikan informasi performa yang lebih lengkap kepada pengguna, data dyno sebelum dan sesudah pemasangan, termasuk kurva tenaga dan torsi serta rincian kondisi pengujian, akan menjadi pelengkap penting bagi klaim kenaikan tenaga sekitar 1,5 HP tersebut.

