
Otoinfo.id – Eksistensi WOI Yamaha BRM di ajang Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge (YEC) bukan sekadar mengejar prestasi di lintasan. Memasuki tahun ketiga mengikuti kejuaraan tersebut, tim yang dipimpin James Juwana ini juga menjadikan kompetisi enduro sebagai bagian dari strategi marketing untuk memperkuat brand image Yamaha YZ Series dan WR155.
Menariknya, strategi tersebut berjalan beriringan dengan hasil positif yang diraih para pembalap WOI Yamaha BRM pada YEC Seri 2 2026 di Sidoarjo, Jawa Timur, 26-27 September akhir pekan kemarin. Sejumlah podium dan hasil lima besar berhasil diamankan tim, sekaligus memperlihatkan kiprah mereka di beberapa kelas yang diperlombakan.
Baca Juga : RSS Exhaust WR155R Muncul di YEC Seri 2 Sidoarjo (27/9), Rey Ratukore Ungkap Fokus Torsi

James Juwana selaku leader WOI Yamaha BRM mengungkapkan, konsistensi tim mengikuti YEC selama tiga tahun menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan eksistensi sekaligus mendukung pemasaran produk Yamaha.
“Alhamdulillah sampai saat ini untuk penjualan YZ Series dan WR155 tetap bagus dan minat masyarakat tetap tinggi,” ujar James.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kejuaraan ini menjadi bagian dari strategi membangun citra produk melalui aktivitas balap. Kehadiran tim di lintasan memberikan kesempatan untuk memperkenalkan karakter motor Yamaha kepada masyarakat, khususnya para penggemar dan konsumen yang memiliki ketertarikan terhadap dunia off-road dan enduro.
Prestasi di Sidoarjo Perkuat Eksistensi Tim
Di YEC Seri 2 Sidoarjo, WOI Yamaha BRM tidak hanya hadir untuk menjaga eksistensi, tetapi juga mampu menunjukkan persaingan kompetitif melalui sejumlah pembalapnya.
Asadil #23 menjadi salah satu pembalap yang mencuri perhatian. Turun di kelas WR 155 Professional, ia berhasil finis ketiga pada Race 1 dan meningkat menjadi runner-up pada Race 2. Asadil juga menempati posisi keempat pada Race 1 kelas YZ Series Open.
Baca Juga : Kekuatan Yamaha BRM! Dominasi Ajang Yamaha Enduro Challenge 2024 di Salatiga
Kontribusi podium lainnya datang dari Dely. Pembalap ini berhasil menempati posisi ketiga Race 2 kelas WR 155 Advance. Sebelumnya, ia finis kelima di Race 1 YZ Series Open dan kembali mencatatkan hasil keempat pada Race 2 kelas tersebut.
Sementara itu, Dendy #32 sukses mengamankan posisi kedua kelas WR 155 Community B pada Race 1. Opi #3B juga menyumbangkan hasil lima besar, masing-masing finis kelima di kelas WR 155 Professional dan YZ Series Open pada Race 2.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa WOI Yamaha BRM memiliki kontribusi pembalap di berbagai kategori, mulai dari kelas profesional hingga komunitas. Meski belum merebut gelar juara umum di kelas-kelas yang tercantum dalam hasil resmi, pencapaian podium dan lima besar menjadi bagian penting dari kiprah tim pada seri ini.
Balap dan Marketing Berjalan Beriringan
Keterlibatan WOI Yamaha BRM selama tiga tahun di YEC memperlihatkan bagaimana sebuah tim dapat menggabungkan aktivitas kompetisi dengan kepentingan pemasaran. Di satu sisi, tim berupaya meningkatkan prestasi melalui persaingan di lintasan. Di sisi lain, kehadiran pembalap dan motor Yamaha dalam kejuaraan menjadi sarana membangun eksposur produk.
Pencapaian di Sidoarjo turut memberikan materi positif untuk memperkuat komunikasi brand. Podium Asadil, Dely, dan Dendy, serta hasil lima besar dari pembalap lainnya, menjadi bukti kiprah kompetitif tim pada akhir pekan tersebut.
Bagi James Juwana, menjaga eksistensi di YEC bukan hanya tentang tampil di setiap seri. Ada tujuan jangka panjang untuk terus mendukung citra Yamaha YZ Series dan WR155, seiring dengan minat masyarakat terhadap kedua lini motor tersebut yang menurutnya masih tinggi.
Dengan kombinasi konsistensi keikutsertaan, strategi brand image, dan hasil kompetitif di Sidoarjo, WOI Yamaha BRM menunjukkan bahwa kiprah mereka di YEC memiliki dua dimensi sekaligus: membangun prestasi balap dan mendukung pemasaran produk Yamaha. Yamaha BRM memasuki tahun ketiga di YEC. Tim James Juwana raih sejumlah podium di Sidoarjo sekaligus memperkuat strategi marketing Yamaha.

