Otoinfo.id – Pemerintah Indonesia berencana membatasi penggunaan BBM subsidi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Rencana ini mengacu pada kebutuhan untuk mengalihkan subsidi dari pengguna yang tidak berhak, seperti kendaraan besar dan mewah, kepada golongan yang benar-benar membutuhkannya.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan bahwa masyarakat yang tidak berhak menerima subsidi diharapkan untuk menggunakan Bahan Bakar Motor nonsubsidi. Ia mengingatkan pentingnya keikhlasan dari golongan tersebut dalam peralihan ini. “Kami ingin memastikan subsidi ini tepat sasaran,” katanya.
Pembatasan ini akan memastikan hanya golongan tertentu yang dapat menikmati BBM subsidi, seperti UMKM, nelayan, pengendara motor, dan angkutan umum. Rachmat menekankan bahwa pengguna kendaraan besar seperti Kijang Innova, Fortuner, dan Pajero Sport, yang saat ini masih menggunakan BBM subsidi jenis solar, seharusnya tidak lagi mendapatkan subsidi tersebut. “Kendaraan diesel besar mendapatkan subsidi yang jauh lebih besar dibandingkan kendaraan kecil,” ujarnya.
Sebagai contoh, perhitungan menunjukkan bahwa mobil diesel mendapatkan subsidi hingga 13 kali lipat dibandingkan motor kecil. Hal ini menimbulkan ketidakadilan, karena kendaraan besar yang lebih mahal seharusnya tidak memanfaatkan subsidi secara tidak proporsional.
Meskipun ada rencana untuk membatasi akses BBM subsidi, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Rachmat menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga subsidi yang sama sambil meningkatkan kualitasnya secara bertahap untuk golongan prioritas.
Dengan langkah ini, diharapkan subsidi BBM dapat lebih efektif dan adil, serta mendukung kelompok yang benar-benar membutuhkan.
