
Otoinfo – Sebelum popularitas Yaris merebak, Toyota Starlet memasuki pasar Indonesia pada tahun 1985. Menjadi ikon city car hatchback. Pada era 1990-1998, Starlet Kapsul (EP80 dan EP81) muncul dengan karakteristik yang perlu menjadi pertimbangan serius bagi calon pembeli. Mari kita telaah lebih dalam kekurangan yang perlu diperhatikan:
1. Tidak Tersedia Transmisi Otomatis
Toyota Starlet Kapsul di Indonesia hanya dipasarkan dengan transmisi manual 5-percepatan. Meskipun memenuhi kebutuhan pengendara yang menyukai kendali manual, transmisi otomatis mungkin lebih sesuai untuk mobil city car. Pilihan terbatas ini bisa menjadi pertimbangan khusus bagi mereka yang menginginkan kenyamanan transmisi otomatis.
2. Air Hujan Masuk ke Pintu Bagian Pengemudi
Sejumlah pemilik Starlet Kapsul melaporkan masalah pada pintu pengemudi, di mana air hujan atau sisa air cuci mobil dapat masuk melalui celah lis kaca atau lubang kunci. Dampaknya, korosi dan kerusakan pada komponen seperti dinamo power window dan papan door trim dapat timbul. Pemilik perlu waspada dan mungkin melakukan perlindungan ekstra pada pintu mobil.

3. Toyota Starlet Masih Menggunakan Platina
Edisi tahun 1991-1992 Starlet Kapsul masih mengandalkan platina untuk menghasilkan percikan api pada ruang bakar. Kehadiran platina memerlukan perhatian ekstra dari pemilik, karena kondisinya yang kurang baik dapat berdampak pada kinerja pengapian. Pemilik perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi platina tetap optimal.
4. Kekurangan di Bagian Kaki-kaki Toyota Starlet
Dengan sistem penggerak Front-wheel Drive, Starlet Kapsul cenderung mengalami masalah pada kaki-kaki bagian depan. Suara ‘gluduk’ pada roda depan dapat terjadi karena keausan karet bushing di swing arm, pecahnya karet ball joint, dan rusaknya karet tie rod akibat penuaan. Pemilik perlu memberikan perhatian khusus pada kondisi kaki-kaki mobil untuk memastikan kenyamanan berkendara.
5. Volume Bagasi yang Kecil
Sebagai hatchback kompak, Starlet Kapsul diciptakan untuk mendukung aktivitas harian di kota besar. Namun, kapasitas bagasinya terbatas, hanya cukup untuk muatan dua tas atau koper besar. Faktor ini perlu dipertimbangkan bagi mereka yang memiliki kebutuhan penyimpanan yang lebih besar.
6. Toyota Starlet Menggunakan Timing Belt
Penggunaan timing belt pada Toyota Starlet memerlukan perhatian ekstra dari pemilik. Pergantian timing belt setiap 40.000 km – 100.000 km diperlukan untuk menghindari risiko kerusakan serius pada mesin. Pemilik perlu memahami pentingnya menjaga dan mengganti timing belt secara teratur untuk mencegah kerugian finansial yang mungkin timbul akibat kegagalan komponen ini.
7. Perlu Sering Melakukan Tune-Up
Dengan teknologi karburator, Starlet Kapsul memerlukan tune-up yang sering, setidaknya setiap 4 bulan sekali. Ini diperlukan untuk menjaga performa optimal dan efisiensi bahan bakar. Pemilik juga perlu memeriksa filter bensin secara rutin, karena kotoran dapat mempengaruhi suplai bensin ke karburator.
Meskipun Toyota Starlet Kapsul memiliki beberapa kekurangan, perlu diakui bahwa mobil ini masih dapat menjadi pilihan yang layak untuk kebutuhan harian. Namun, sebelum mengambil keputusan pembelian, pemilik potensial disarankan untuk mempertimbangkan dengan matang setiap aspek yang telah dijelaskan di atas. Dengan pemeliharaan yang cermat dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik mobil, Starlet Kapsul bisa tetap menjadi kendaraan yang handal dan memuaskan. Otoinfo.

