Otoinfo – Kisah panjang dalam merekrut rider untuk MotoGP 2024 terus bergulir, dan kali ini Mooney VR46 Ducati membeberkan drama di balik keputusan mereka memilih Diggia.
Sebelum akhirnya mendapatkan Fabio Di Giannantonio, tim yang dimiliki oleh Valentino Rossi sempat mempertimbangkan Fermin Aldeguer sebagai pengganti Luca Marini. Namun, apa yang terjadi?
Aldeguer, pembalap muda berusia 18 tahun, menjadi sorotan setelah penampilan impresifnya di Moto2 2023 bersama tim Boscocuro Speed Up Racing.
Dengan tujuh podium dan lima kemenangan, Aldeguer menjadi kandidat kuat untuk bergabung dengan tim VR46 Ducati.
Pablo Nieto, Kepala Tim Mooney VR46 Ducati, mengakui bahwa mereka berjuang keras untuk mendapatkan Aldeguer.
“Kami mencoba berjuang untuk mendatangkan Fermin. Itu tidak dapat disangkal,” ungkap Nieto.
Namun, penampilan akhir musim 2023 dari Fabio Di Giannantonio, atau Diggia, membuat tim beralih ke arah yang berbeda.
Diggia, yang sebelumnya balapan di Gresini Ducati, menunjukkan performa spektakuler di akhir musim dengan meraih podium dan bahkan kemenangan.
“Prestasi yang dibuat Diggia di akhir musim mengesankan. Itu membuatnya bisa dikatakan termasuk di antara dua atau tiga pembalap terbaik tahun ini,” tambah Nieto.
Diggia membuktikan dirinya dengan finis podium di beberapa balapan terakhir, termasuk kemenangan di Qatar.
Dengan drama yang berkembang, Mooney VR46 Ducati akhirnya memilih pengalaman Diggia yang telah dua musim berlaga di MotoGP daripada kejutan dari Aldeguer.
Mooney VR46 Ducati telah menentukan pilihannya untuk MotoGP 2024.
Keputusan memilih Fabio Di Giannantonio daripada Fermin Aldeguer memberikan nuansa yang penuh spekulasi dan kejutan.
Bagaimana langkah ini akan memengaruhi performa tim dan dinamika persaingan di lintasan? Mari kita saksikan bersama apakah Diggia dapat membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan padanya adalah langkah yang tepat, atau apakah Aldeguer akan menjadi kejutan gelap musim depan. Otoinfo.
