Otoinfo.id – Silverstone 2025 harusnya jadi momen comeback manis Fabio Quartararo. Start dari pole, unggul 4,5 detik, dan memimpin 11 lap awal—semua terasa seperti cerita juara yang siap ditulis ulang. Tapi, realita di MotoGP memang nggak pernah bisa ditebak. Di lap ke-12, ride-height device (RHD) belakang Yamaha YZR-M1 milik Quartararo bermasalah dan nyangkut di posisi turun. Hasilnya? Bagian belakang motor ngunci, dan harapan sang rider asal Prancis langsung hancur lebur.
Masalah teknis ini muncul pas banget di tikungan keenam—salah satu bagian krusial sirkuit. Quartararo sempat coba menyelamatkan keadaan dengan injak rem, berharap RHD bisa terlepas. Tapi, usaha itu sia-sia. Dia akhirnya harus memarkir motornya di pinggir pit-lane dan duduk terkulai di samping motornya. Nggak kuat nahan emosi, air mata pun jatuh.
“Sedih banget,” ungkap Quartararo usai balapan. “Dari awal aku tahu ban depan medium itu bukan pilihan tepat. Tapi aku harus ngerem sekuat tenaga biar bisa bersaing. Dan ternyata, justru sistem RHD yang bikin semua sia-sia.”
Ironisnya, ini terjadi saat Quartararo punya peluang emas buat menutup puasa kemenangan sejak GP Jerman 2022. Marco Bezzecchi dari Aprilia pun jadi pemenang tak terduga karena insiden ini. Bukan karena lebih cepat, tapi karena rival terkuatnya “dijatuhkan” oleh teknologi tim sendiri.
