Itoinfo.id – Kegiatan study tour siswa sekolah ke Yogyakarta kini tidak lagi sekadar berwisata atau berfoto di destinasi populer. Sebuah pendekatan baru mengubah kunjungan pelajar menjadi pengalaman edukasi yang berdampak langsung pada keselamatan berkendara di jalan raya.

Melalui program edukatif berbasis keselamatan, Astra Motor Yogyakarta menghadirkan konsep wisata studi yang berbeda dengan memadukan rekreasi dan pelatihan safety riding. Kegiatan ini dipusatkan di Safety Riding Center Astra Motor Yogyakarta yang kini menjadi salah satu tujuan kunjungan edukatif siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu kunjungan terbaru datang dari 105 siswa SMK Budi Utomo Lampung yang datang pada 12 Mei 2026. Kunjungan ini dirancang bukan hanya sebagai perjalanan wisata, tetapi juga sebagai sesi pembelajaran interaktif tentang keselamatan di jalan raya.
Study Tour yang Berubah Jadi Kelas Keselamatan Jalan Raya

Alih-alih hanya menerima materi secara satu arah, para siswa diajak terlibat langsung dalam diskusi mengenai risiko kecelakaan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan realitas yang mereka hadapi sebagai pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Instruktur dari Astra Motor Yogyakarta mengajak peserta membedah berbagai kasus kecelakaan, mulai dari faktor kelalaian, kondisi jalan, hingga kurangnya kemampuan prediksi bahaya saat berkendara. Tujuannya adalah membangun kesadaran bahwa keselamatan tidak hanya soal aturan, tetapi juga soal sikap dan kewaspadaan.
Simulasi Nyata Lewat Teknologi Honda Riding Trainer

Latihan Refleks dan Prediksi Bahaya
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah penggunaan Honda Riding Trainer (HRT), sebuah simulator yang dirancang untuk melatih kemampuan pengendara dalam membaca potensi bahaya di jalan.
Melalui simulasi ini, siswa diuji dalam situasi lalu lintas yang realistis namun aman. Mereka diminta mengambil keputusan cepat ketika menghadapi berbagai skenario, seperti kendaraan tiba-tiba berhenti, pejalan kaki menyeberang, hingga kondisi jalan yang tidak terduga.
Belajar Tanpa Risiko Kecelakaan
Pendekatan berbasis simulasi ini dinilai efektif karena memberikan pengalaman langsung tanpa risiko nyata. Banyak peserta mengaku baru menyadari bahwa keputusan kecil di jalan bisa berdampak besar terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Yogyakarta Didorong Jadi Destinasi Wisata Edukasi
Selain aspek edukasi, program ini juga membawa dampak pada citra Yogyakarta sebagai kota wisata. Konsep study tour yang terintegrasi dengan pelatihan keselamatan jalan menjadikan kota ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi budaya, tetapi juga pusat pembelajaran praktis bagi pelajar.
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi nyata di bidang keselamatan berkendara.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara edukasi dan pariwisata, sehingga siswa tidak hanya membawa pulang pengalaman wisata, tetapi juga pengetahuan yang bisa menyelamatkan nyawa.

Dari Wisata Menjadi Agen Perubahan Keselamatan
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Para siswa yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing, dengan menyebarkan kesadaran pentingnya keselamatan berkendara.
Dengan pendekatan ini, Astra Motor Yogyakarta ingin membangun budaya berkendara aman sejak usia muda, sekaligus memperkuat pesan kampanye #Cari_Aman di kalangan generasi pelajar.


