Otoinfo.id – Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan Alexander Al Malik dari tim Gas Octane Racing School pada Race-2 kelas Pocket Bike Rookie, Kejurnas Pocket Bike, yang berlangsung di Sirkuit Gokart Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (13/9/2026).
Memulai balapan dari posisi yang kurang ideal, Alex tidak lantas kehilangan semangat. Dengan dukungan penuh kedua orang tuanya yang hadir langsung di sirkuit, pembalap muda ini mencoba menjaga fokus dan perlahan memperbaiki posisinya di tengah persaingan yang cukup ketat.
Lap demi lap dilewati dengan penuh perhitungan. Alex terus mencari celah untuk merangsek ke depan hingga akhirnya berhasil masuk dalam persaingan perebutan posisi terdepan.
Persaingan menuju posisi pertama pun berlangsung sengit. Namun, Anas Martha menjadi lawan yang tidak mudah ditaklukkan. Alex harus bekerja keras untuk mempertahankan kecepatannya sekaligus menjaga posisi di tengah tekanan para rival.
Hingga bendera finis dikibarkan, Alex akhirnya berhasil mengamankan posisi kedua. Sementara Anas Martha keluar sebagai pemenang, sedangkan posisi ketiga ditempati Shaquilelle.
Hasil tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana perjuangan Alex sepanjang balapan. Bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi bagaimana ia mampu bangkit dari posisi start yang kurang menguntungkan dan mengubahnya menjadi kesempatan untuk berdiri di podium.
Dukungan Orang Tua Jadi Suntikan Semangat
Bagi keluarga, podium kedua ini menjadi hasil yang patut disyukuri. Kehadiran Papa dan Mama di sisi lintasan menjadi salah satu sumber motivasi bagi Alex untuk terus memberikan yang terbaik sepanjang balapan.
“Alhamdulillah, tak ada yang tak mungkin. Alex telah berjuang keras dan berhasil posisi kedua,” tegas sang ayah.
Podium kedua di Race-2 Pocket Bike Rookie ini sekaligus menjadi bukti bahwa perjuangan dari posisi yang kurang ideal bukan alasan untuk menyerah.
Alex Al Malik masih memiliki perjalanan panjang untuk mengasah kemampuan balapnya. Namun, dari Boyolali, ia sudah menunjukkan satu modal penting yang dibutuhkan seorang pembalap muda: daya juang dan keberanian untuk terus mengejar hingga garis finis.


