Inovasi ini diumumkan dalam gelaran Seri ke-3 MLDSpot Autokhana 2025 yang sukses digelar di Sirkuit Parkir Barat Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, dan diikuti oleh lebih dari 120 starter dari seluruh penjuru Indonesia.
Regenerasi Bukan Pilihan, Tapi Keharusan dalam Slalom Nasional
Fokus Pada Pendatang Baru, Ciptakan Ekosistem Pembinaan Sejak Dini
Dalam motorsport, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan juara, tapi menjaga kesinambungan generasi pembalap. Itulah alasan mengapa Ivan Harry, founder Genta Auto & Sport, menaruh perhatian besar pada kelas pemula.
“Kelas Pemula B ini dirancang agar para pendatang baru tidak langsung tersingkir saat bertemu lawan yang sudah punya pengalaman,” jelas Ivan.
Kelas ini akan ditempatkan satu tingkat di bawah kategori pemula saat ini, dan akan menjadi wadah pembelajaran, adaptasi, serta pengasahan skill dasar dalam atmosfer kompetitif yang seimbang.
Kejurnas Slalom 2026 Siap Lebih Inklusif dan Kompetitif
Masukan Komunitas Jadi Pondasi Perubahan
Inisiatif ini muncul dari masukan komunitas, pelaku balap, dan stakeholder slalom. Banyak yang merasa bahwa gap antara pembalap baru dan pemula berpengalaman terlalu besar, sehingga menyulitkan regenerasi.
Abed Nego Antoro, selaku PIC Kejurnas Autokhana 2025, menyebutkan bahwa kelas Pemula B akan menjadi ruang aman sekaligus ajang seleksi alami.
“Ini adalah ekosistem awal. Jika berhasil, kami percaya jumlah starter bisa kembali seperti era keemasan slalom 200 sampai 250 starter per seri,” jelas Abed.
Genta Auto & Sport, Dari Kompetisi ke Komitmen Pembinaan
Genta Auto & Sport bukan hanya penyelenggara lomba. Mereka kini mengambil peran sebagai arsitek masa depan slalom nasional. Dengan pendekatan yang menitikberatkan pada pembinaan berkelanjutan, regulasi yang adaptif, dan desain event yang menarik, mereka ingin menjadikan Kejurnas Slalom sebagai ajang yang inklusif untuk semua level pembalap.
Langkah Genta Auto & Sport memperkenalkan kelas Pemula B bukan sekadar strategi kompetisi, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan balap mobil di Indonesia. Jika dibangun dari dasar dengan ekosistem yang ramah bagi pendatang baru, maka bukan tidak mungkin slalom Indonesia akan kembali berjaya dan semakin diminati generasi muda.
