
Otoinfo.id-Samaro Kaligis sedang memasuki fase baru dalam perjalanan balapnya. Setelah tampil konsisten di MotoMini Indonesia 2026 kelas Ohvale GP-0 160 cc, rider belia tersebut kini mulai menjalani program latihan fisik bersama pelatih asal Yogyakarta, Gandung Darmoko (G27 Speed Endurance).
Langkah ini menarik perhatian karena Samaro bukan sekadar pembalap muda yang sedang mencari pengalaman. Pada Round 1 dan 2 MotoMini Indonesia di Sirkuit Gokart Boyolali, 12–13 September lalu, Samaro mencatat empat kali runner-up dari empat race dan mengoleksi 80 poin. Konsistensi tersebut menempatkannya di barisan depan persaingan GP-0 160 cc. Sebagai catatan, Samaro juga anak asuhan Rafid Poppy Sugiarto (77 Racing Course).
Baca Juga : Samaro Kaligis Konsisten di Boyolali, 4 Podium Runner Up Buka Jalan ke Level Dunia

Namun, menurut Gandung, latihan fisik pembalap tidak seharusnya dipahami sebatas tren atau kewajiban untuk memiliki tubuh yang kuat.
“Konsisten, rajin, bertahap, terarah, terprogram, kontinu. Menang kalah bisa dievaluasi dari skill balap, motor, fisik, mentality,” ungkap Gandung.
Ia menjelaskan bahwa idealnya pembalap mendapatkan pendampingan pelatih untuk menentukan porsi latihan secara bertahap, mulai dari sesi harian, program mingguan atau mikro, hingga program bulanan atau makro.
Yang menarik, tidak ada formula tunggal untuk semua pembalap.
“Semua ada iramanya sesuai kemampuan masing-masing pembalap. Umur, level skill dan kejuaraan itu berpengaruh? PASTI,” tegasnya.
Artinya, latihan fisik seorang rider muda tidak bisa sekadar meniru program pembalap lain. Usia, tingkat kemampuan, jenis motor, karakter kompetisi hingga kalender balap harus menjadi bagian dari pertimbangan.
Baca Juga : Samaro Kaligis Raih IMI Award, Apresiasi Gelar Juara Nasional MiniGP 2025
Di sinilah istilah racing fitness menjadi penting. Pembalap tidak hanya dituntut kuat ketika berlatih, tetapi mampu mempertahankan skill, konsentrasi, kontrol motor dan kualitas pengambilan keputusan ketika tubuh mulai mengalami fatigue.
Bagi Samaro, program ini menjadi menarik untuk diamati karena MotoMini Indonesia akan memasuki Round 3 dan 4 di Sirkuit Mijen, Semarang, 17–18 Oktober mendatang. Karakter lintasan baru akan menguji bukan hanya speed, tetapi juga konsistensi dan kemampuan mempertahankan performa.
Maka pertanyaan menariknya bukan sekadar seberapa keras Samaro berlatih, tetapi apakah program fisik yang dijalaninya mampu diterjemahkan menjadi performa di lintasan.
Dari gym menuju racing line. Dari latihan menuju lap time.
Di situlah kualitas sebuah program fisik pembalap seharusnya diuji.

