- Otoinfo.id – Talenta muda Samaro Kaligis diproyeksikan menghadapi tantangan baru pada musim balap 2027. Pembalap yang mendapat dukungan penuh dari pengacara senior Prof. OC Kaligis ini diprogramkan tampil di kelas Beginner MotoPrix dan MotoMini Indonesia.

Rencana tersebut diungkapkan Rafid Poppy Sugiarto, mentor Samaro di 77 Racing Course sekaligus pamannya. Menurut Poppy, program ini dirancang untuk menambah pengalaman sekaligus mengasah mental Samaro menghadapi persaingan yang lebih ketat.
“Jadi untuk tahun depan, Samaro diprogramkan main di Beginner dan MotoMini Indonesia, beda cerita dan bisa punya rencana beda bila Samaro berkesempatan ikut balap di Valencia (MotoMini) dan hasilnya bagus,” ungkap Poppy saat dikonfirmasi.
Kelas Beginner Jadi Tempat Mengasah Mental

Pilihan turun di kelas Beginner MotoPrix bukan tanpa alasan. Poppy melihat antusiasme peserta di kelas tersebut sangat tinggi, bahkan jumlah starter bisa menembus lebih dari 30 pembalap. Kondisi ini dinilai menjadi kesempatan bagi Samaro untuk memperbanyak jam terbang sekaligus belajar menghadapi persaingan dalam rombongan besar.
“Antusias kelas Beginner memang luar biasa, starter-nya bisa lebih dari 30. Ini pilihan yang tepat untuk melatih mental dan jam terbang,” beber mantan juara nasional era balap underbone tersebut.
Dalam persaingan dengan banyak pembalap, kemampuan menjaga ritme, membaca situasi, menentukan posisi dan mengambil keputusan saat balapan menjadi aspek penting yang perlu diasah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal Samaro untuk berkembang pada jenjang kompetisi berikutnya.
Basic MotoMini Jadi Modal Menghadapi Motor Bebek
Poppy juga memiliki keyakinan bahwa pembalap dengan pengalaman MotoMini mempunyai peluang untuk tampil kompetitif ketika beralih ke motor bebek. Menurutnya, karakter dan tingkat kesulitan MotoMini, termasuk dari sisi struktur rangka, memberikan tantangan tersendiri dalam proses pembentukan keterampilan pembalap.
“Saya yakin, pembalap dengan basic MotoMini akan punya kans untuk lebih berbicara lantaran basic MotoMini memang berbeda dengan bebek. MotoMini punya tingkat kesulitan yang lebih karena kita lihat dari basic motornya seperti struktur rangka,” jelasnya.
Meski demikian, perpindahan ke motor bebek tetap membutuhkan adaptasi. Karakter mesin, posisi berkendara, pengereman dan pengendalian motor memiliki tuntutan tersendiri. Karena itu, program latihan dan pengalaman kompetisi akan menjadi faktor penting dalam memaksimalkan potensi Samaro.
Valencia Bisa Mengubah Program
Peluang mengikuti balap MotoMini di Valencia, Spanyol, juga menjadi variabel penting dalam perencanaan musim depan. Jika kesempatan tersebut terbuka dan Samaro mampu meraih hasil bagus, program balapnya berpeluang mengalami penyesuaian.
Dengan dua agenda utama yang direncanakan, Samaro akan memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan di MotoMini sekaligus menguji diri di kelas Beginner MotoPrix. Menarik untuk melihat bagaimana talenta muda ini menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi hasil kompetitif pada musim 2027.

